Lewat Pameran, 20 Fotografer Adu Karya di Tengah Pandemi

PEREMPUAN: Karya 20 fotografer dalam pameran foto bertema "perempuan" di Visma Art Gallery. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PEREMPUAN: Karya 20 fotografer dalam pameran foto bertema “perempuan” di Visma Art Gallery. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – 20 fotografer profesional di Surabaya bersama Celtic Creative menggelar pameran foto bertema “Perempuan” di Visma Art Gallery, 16-20 September 2020.

Owner Celtic Creative, Veny Laksono menuturkan, sebagai wedding organizer pihaknya mendukung penuh para fotografer menghadirkan pameran kali ini.

“70  persen peserta pameran merupakan wedding fotografer profesional dan 30 persen lainnya dari latar belakang profesi berbeda,” terangnya, Rabu (16/9/2020).

Pameran, lanjut Veny, juga bertujuan untuk memompa semangat pekerja seni. Sebab, selama pandemi Covid-19 nyaris tak ada yang bisa dilakukan. Namun, kata Fenny, sebagai manusia seyogyanya tidak boleh berhenti berkarya.

“Maka dari itu kenapa kita beranikan diri untuk membuat pameran ini dan ternyata mendapat sambutan hangat dari fotografer berbagai daerah. Mulai Surabaya, Jakarta, Semarang dan Bali,” katanya.

Soal tema perempuan, menurut Veny, karena objek perempuan selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para fotografer. “Perempuan adalah manusia yang paling sulit untuk dipahami,” katanya.

Maka, setiap perempuan dalam foto menceritakan ragam kisah berbeda dengan tagline di mata, di hati, dan di rasa.

Celtic ingin memberikan inspirasi bagi semua seniman di Surabaya maupun di Indonesia, jangan kalah dengan pandemi. Menularkan semangat never stopped doing good things.

“Kami bukan tipe tim rebahan, pekerjaan kami harus selalu berkarya yang bisa dinikmati oleh banyak orang,” ujarnya.

Corona Bikin Drop

JANGAN KALAH: Veny Laksono, fasilitasi fotografer agar tak sampai kalah dengan pandemi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN KALAH: Veny Laksono, fasilitasi fotografer agar tak sampai kalah dengan pandemi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sambil menghela napas, Veny elanjutkan, sejak terjun di dunia weeding organizer selama 25 tahun terakhir, baru kali ini dia benar-benar clueless.

“Saya benar-benar tidak berdaya, sangat lemah bahkan kayak tidak tahu apa yang harus dilakukan,” tandasnya.

Awalnya, dia memang sempat drop. Terlebih sejak ada anjuran work from home untuk hanya di rumah saja. Sementara pekerjaan organizer tentu saja melibatkan banyak orang.

“Strateginya akhirnya kita nggak boleh menyerah, tapi kita harus mengeluarkan trik-trik baru,” ungkap Veny.

Contoh bisa melalui virtual wedding ataupun online. Banyak aplikasi pendukung. Ia bersyukur satu bulan terakhir bisa memulai kembali.

Pameran ini, tegas Veny, sebagai salah satu penanda kebangkitan industri wedding organizer di tengah pandemi.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona