Lempar Isu Kudeta, Langkah AHY Bikin Moeldoko Gelagapan!

BIKIN GELAGAPAN: AHY (kiri), langkahnya soal isu kudeta Demokrat bikin Moeldoko gelagapan. | Foto: Barometerjatim.com /ROY HS/DOK
BIKIN GELAGAPAN: AHY (kiri), langkahnya soal isu kudeta Demokrat bikin Moeldoko gelagapan. | Foto: Barometerjatim.com /ROY HS/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo menyebut, isu pengambilalihan paksa di tubuh Partai Demokrat sebagai ujian bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Menukil pepatah, nakhoda yang hebat tidak lahir dari lautan yang tenang. Sebaliknya, nahkoda yang hebat terbiasa mengarungi badai dan gelombang,” ujar Mochtar, Kamis (13/2/2021).

Jika mampu melewati badai dan gelombang ini, tandas Mochtar, AHY dan Demokrat justru akan dapat menikmati indahnya pelangi. Apalagi yang dihadapi sekelas Moeldoko.

“Tentu bukan hal sederhana untuk berhadapan langsung secara vis a vis dengan KSP Moeldoko yang jenderal purnawirawan, mantan Panglima TNI dan bahkan sekarang tengah kuat-kuatnya sebagai KSP (Kantor Staf Kepresidenan),” katanya.

Namun, lanjut Mochtar, langkah AHY cukup membuat gelagapan. Bahkan, Moeldoko sampai dua kali melakukan konferensi pers untuk menepis tudingan putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra yang menyebut Moeldoko gugup dalam menanggapi isu kudeta di tubuh Demokrat.

“Beliau meskipun dua kali konferensi pers masih telihat nervous (gugup), ada kondisi tak nyaman jawab situasi ini,” ujar Herzaky.

Mochtar menambahkan, meski berhasil membuat Moeldoko gelagapan, langkah yang diambil AHY tetap banyak risikonya. Namun ini justru kian menyolidkan Demokrat untuk menghadapi badai bersama-sama.

“Secara bergiliran satu persatu DPD dan DPC Demokrat menyatakan loyalitasnya, mengecam KSP Moeldoko. Demokrat mendapatkan momentumnya untuk bangkit bersama-sama,” imbuhnya.

Jika tokoh sekaliber Moeldoko saja bisa dibuat gelagapan, maka menurut Mochtar kualitas dan kapasitas AHY jelas tak bisa diremehkan.

Secara internal, ini menjadi momentum bagi Demokrat untuk merapatkan barisan menghadapi musuh, sekaligus untuk membersihkan ‘ular dan tikus’ yang ada di rumah besar Demokrat.

“Sementara secara eksternal, momentum ini menjadi peluit peringatan bagi kekuatan-kekuatan di luar Demokrat yang ingin mengganggu soliditas partai. Momentum ini akan berdampak positif secara elektoral, baik bagi AHY sendiri maupun Demokrat,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Demokrat