Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Lapas Pamekasan Ajari Eks Pecandu Narkoba Bikin Paving Blok, Sehari Bisa 3.000 Buah

Berita Terkait

PAVING BLOK: Warga binaan Lapas Pamekasan diajari keterampilan membuat paving blok. | Foto: IST
PAVING BLOK: Warga binaan Lapas Pamekasan diajari keterampilan membuat paving blok. | Foto: IST
- Advertisement -

PAMEKASAN, Barometerjatim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, rupanya punya cara tersendiri untuk memberdayakan warga binaan yang terjerat kasus narkoba.

Sebanyak 170 warga binaan lulusan program rehabilitasi narkoba secara medis dan sosial, diajari untuk hidup mandiri. Caranya dengan diberikan keterampilan membuat paving blok.

Kegiatan produktif tersebut mendapatkan apresiasi dari Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto. Menurutnya, memang harus ada tindaklanjut hasil rehabilitasi. Para warga binaan perlu disibukkan dengan kegiatan yang produktif.

Alhamdulillah, dalam sehari Lapas Pamekasan bisa produksi 3.000 buah paving blok,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Kamis (10/2/2021).

Dengan capaian tersebut, bisa dijadikan alat ukur bahwa program rehabilitasi bagi warga binaan dengan status pengguna atau pecandu narkoba telah sukses. Sebab tidak hanya menghasilkan output saja, tetapi outcome-nya juga jelas.

“Negara juga akan mendapatkan keuntungan dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), karena hasil paving akan dijual ke pemasok paving,” kata Wisnu.

Agar tercipta kesamaan persepsi, lanjut Wisnu, pihak Lapas Pamekasan telah melakukan penandatanganan MoU dengan CV Wahyu Agung Pamekasan. Pihak CV juga punya kewajiban untuk memberikan premi kepada warga binaan yang mengikuti pelatihan.

“Sehingga warga binaan tidak sekadar diberdayakan, tapi juga punya tabungan untuk dibuat modal usaha ketika bebas nanti melalui tabungan premi yang didapat,” urai Wisnu.

Sementara itu Kalapas Pamekasan, Seno Utomo menyatakan, tujuan dilakukan pelatihan ini untuk mempersiapkan warga binaan usai menjalani masa tahanan dan kembali ke masyarakat. Sehingga mereka memiliki keahlian, daya saing, dan nilai tawar.

“Dengan adanya pelatihan kemandirian kegiatan kerja, diharapkan setelah keluar dari masa tahanannya mereka bisa mengembangkan usaha dan tidak berbuat yang melanggar hukum lagi,” tutur Seno.

» Baca berita terkait Narkoba. Baca juga tulisan terukur lainnya Friyanto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -