La Nyalla Bangga! RI Tembus Ekspor Masker-Alkes Rp 2,97 T

BERI APRESIASI: La Nyalla, bangga dengan capaian pelaku industri Indonesia di tengah pandemi. | Foto: IST
BERI APRESIASI: La Nyalla, bangga dengan capaian pelaku industri Indonesia di tengah pandemi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah pandemi Covid-19, pelaku industri Indonesia mengekspor masker dan berbagai alat kesehatan (Alkes) pencegah virus Corona hingga 209,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,97 triliun.

Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti memberi apresiasi atas capaian pelaku industri dalam negeri tersebut, apalagi jumlahnya cukup besar.

“Menurut saya, ini merupakan prestasi luar biasa karena nilainya tidak main-main, hampir menembus Rp 3 triliun,” ujar La Nyalla, Rabu (30/12/2020).

Merujuk data hingga Agustus 2020 yang disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, jumlah ekspor masker dan Alkes senilai Rp 2,97 triliun itu terdiri dari 73,3 juta dolar AS ekspor masker bedah, dan 62,2 juta dolar AS masker kain.

Lalu 36,9 juta dolar AS meltblown non-woven dari filamen buatan, 23,8 juta dolar AS meltblown selain filamen buatan, 11,7 juta dolar AS gaun bedah, serta 1,5 juta dolar AS pakaian pelindung medis (coverall).

La Nyalla pun memuji pelaku industri yang berhasil mendapat kepercayaan pasar internasional. “Itu artinya, kualitas barang-barang dari sektor kesehatan dalam negeri tidak diragukan lagi,” katanya.

“Bahkan pasar internasional banyak yang mengambil barang-barang industri kesehatan dan farmasi dari Indonesia,” tandasnya.

Tak hanya itu, keberhasilan ekspor masker dan Alkes Indonesia juga menunjukkan sisi positif lainnya. Di saat banyak sektor usaha terkena dampak, kata La Nyalla, industri masker dan Alkes justru mengalami peningkatan pesat saat pandemi.

“Pelaku industri masker dan alat kesehatan lainnya mampu membuktikan tetap produktif di tengah pandemi. Tentunya hal ini akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur mantan Ketum Kadin Jatim itu.

Menurut data Kemenperin, pelaku industri masker dan Alkes di Indonesia bisa memproduksi sekitar 37,1 juta coverall setiap bulannya. Mereka juga dalam sebulan mampu memproduksi 24,5 juta surgical town atau gaun bedah, 343,8 juta masker bedah, dan 360 ribu masker N95.

La Nyalla mendorong agar pemerintah terus memberi dukungan kepada pelalu industri masker dan Alkes pencegahan Covid-19, baik melalui bantuan dana modal, kemudahan izin usaha, maupun berbagai pelatihan.

Dengan begitu, Indonesia juga mampu memenuhi kebutuhan negara-negara tetangga yang membutuhkan masker serta Alkes lain dalam berjuang melawan Covid-19.

“Dukungan harus diberikan juga kepada pelaku industri kecil maupun menengah agar mampu meningkatkan produktivitas pembuatan masker dan Alkes, sehingga Indonesia bisa mengekspor lebih banyak lagi,” tutup La Nyalla.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona