Kurang Terpelihara, Situs Patakan Dirusak Orang

DIRUSAK ORANG: Inilah kondisi situs Patakan yang dirusak orang. Perusakan diduga karena warga SEKITAR masih belum paham dan mengganggap biasa membongkar batu-batu peninggalan sejarah. | Foto: Barometerjatim.com/ HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Situs Purbakala di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, menjadi perbincangan hangat di jejaring media sosial lantaran mengalami kerusakan akibat ulah orang tak bertanggung jawab. Kabar perusakan kali pertama diunggah akun Facebook Sudi Harjanto.

“Sebagian susunan batu terlihat porak poranda dan berserakan, seperti sengaja habis dicungkil orang. Mungkin digunakan untuk ritul bertapa atau semedi,” tutur Supriyo, salah seorang aktivis pemerhati sejarah dan benda purbakala Lamongan saat melihat kondisi situs.

• Baca: Bupati Fadeli: PG KTM Harus Sejahterakan Warga Lamongan

Melihat kondisi situs yang diperkirakan bekas bangunan candi pada masa era Kerajaan Airlangga tersebut, Supriyo sangat prihatin dengan aksi orang jahil yang sengaja merusaknya.

“Apalagi situs yang baru ditemukan beberapa tahun lalu ini belum selesai dieksavasi,” kata aktivis yang akrab disapa Yoks Kalacakra itu.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan, Chairil Anwar saat dikonfirmasi Barometerjatim.com membenarkan adanya kerusakan. Dia menilai, mungkin karena masih banyak warga sekitar yang belum paham dan mengganggap biasa membongkar batu-batu peninggalan sejarah.

TINJAU LOKASI: Supriyo (dua dari kanan) bersama warga setempat serta petugas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan meninjau kondisi situs Patakan setelah mendapat laporan adanya kerusakan. | Foto: Barometerjatim.com/ HAMIM ANWAR

Chairil mengaku sudah melibatkan petugas juru pelihara yang berasal dari warga setempat, untuk menjaga situs dari kerusakan maupun ulah orang tak bertanggung jawab. “Disamping kita lakukan sosialisasi terkait keberadaan situs purbakala,” kata Chairil, Jumat (14/7).

• Baca: Belajar Dulu di Legislatif Baru Naik Kelas ke Eksekutif

“Kita juga mengajak pemerintahan desa dan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga dan memelihara keberadaan situs. Jangan sampai dirusak sebelum kita tetapkan sebagai benda cagar budaya.”

Sedangkan untuk menjaga kelestarian benda atau situs purbakala yang tersebar di Lamongan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan melakukan inventarisasi temuan  agar mempermudah pemeliharaan dan pengawasan.