Kota Fiksi Gabriel Garcia Marquez Hiasi Google Doodle

MACANDO!: Kota fiksi karya Gabriel Garcia Marquez menghiasi Google Doodle hari ini, Selasa (6/3). | Foto: Capture Google
MACANDO!: Kota fiksi karya Gabriel Garcia Marquez menghiasi Google Doodle hari ini, Selasa (6/3). | Foto: Capture Google

MACANDO! Sebuah kota fiksi penuh magis, dalam novel “A Hundred Years of Solitude” karya menumental penulis asal Kolombia, Gabriel Garcia Marquez. Dilukiskan dengan apik dalam Google Doodle hari ini, Selasa (6/3).

Hari ini adalah hari lahir Gabo — panggilan sayang Marquez — yang meninggal pada 17 April 2014 di usia 87 tahun. Tutup usia lantaran menderita gangguan pernafasan dan infeksi air seni.

Google menggambarkan doodle Macondo di tengah hutan Amazon nan lebat. Kota rumah bagi keluarga Buendia dan tempat lahirnya berbagai keajaiban. Satu-satunya tamu di sana hanyalah sosok gipsi misteris yang meriwayatkan berbagai cerita aneh.

Gabo, peraih nobel kesusastraan telah menulis lebih dari 25 buku. Karya-karyanya secara luar biasa, mampu membawa pembacanya ke dalam dunia realisme magis. Istilah dari buah goresan bertutur yang hidup: Mengaduk kenyataan dan hal gaib.

PENULIS AGUNG: Gabriel Garcia Marquez, salah satu penulis paling penting di abad ke-20. | Foto: AP
PENULIS AGUNG: Gabriel Garcia Marquez, salah satu penulis paling penting di abad ke-20. Keberaniannya tajam dalam mengangkat isu politik. | Foto: AP

Dialah salah satu penulis paling penting di abad ke-20. Keberaniannya yang tajam dalam mengangkat isu politik, menjadi salah satu alasan karya-karya non fiksinya masih mendokumentasikan masa-masa dimana dia hidup.

Meski kini telah tiada, Gabo tetaplah ikon budaya yang terus bersinar di dunia sastra dan jurnalistik, terutama di Amerika Latin. Dikutip dari The Guardian, inilah lima novel Gabriel Garcia Marquez yang patut dibaca:

One Hundred Years of Solitude (1967)
Berkisah tentang gipsi kenabian dan pasangan kekasih yang melanggar adat desa. Buku yang paling cepat laris dalam waktu sekejap. Buku ini pula yang meluncurkan Garcia Marquez pada ketenaran di seluruh dunia.

The Autumn of the Patriarch (1975)
Garcia Marquez menghabiskan sepuluh tahun untuk meneliti kediktatoran Pinilla hingga Trujillo dan dari Franco hingga Peron. Semua yang didengar dan dibaca dilupakan, untuk kemudian menciptakan kisah yang dia buat dengan gayanya sendiri: Sang Jenderal Semesta Alam.

Love in the Time of Cholera (1985)
Terinspirasi dari masa pacaran orang tuanya sendiri, novel ini menceritakan kisah cinta antara Florentino Arizo dan Fermina Daza. Hubungan keduanya digagalkan oleh pernikahan Fermina dengan seorang dokter yang mencoba membasmi kolera.

The General in his Labyrinth (1989)
Mengisahkan masa-masa dalam bulan terakhir kehidupan Simon Bolívar, seorang yang membebaskan Kolombia dari Spanyol pada awal abad ke-19. Novel ini menyebabkan ‘badai’ di Amerika Selatan ketika pertama kali diterbitkan.

News of a Kidnapping (1996)
Lwat novel ini, Garcia Marquez melihat kembali serentetan penculikan yang dilakukan kartel Medellín Cartel Kolombia Pablo Escobar pada 1990-an.