Kosmetik Oplosan Dibongkar, Via Vallen Ikut Jadi Endorse

KOSMETIK OPLOSAN: Petugas menunjukkan barang bukti kosmetik oplosan yang disita dari Kediri di Mapolda Jatim, Selasa (4/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
KOSMETIK OPLOSAN: Petugas menunjukkan barang bukti kosmetik oplosan yang disita dari Kediri di Mapolda Jatim, Selasa (4/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Reskrimsus Polda Jatim membongkar produk kecantikan oplosan merek DSC (Derma Skin Care) Beauty di Kediri yang menjualnya secara ilegal. Pemilik, KIL juga menggandeng sejumlah artis ibu kota sebagai endorse alias penggenjot pemasaran.

Salah satunya pedangdut asal Sidoarjo, Via Vallen. Namun penyidik enggan mengungkap nama-nama artis tersebut dan hanya menyebut inisial, yakni VV, NK, NR, DJ serta KB. Jika keterangannya diperlukan, penyidik akan memanggil para endorse ini.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, pemilik produk beromset ratusan juta per bulan itu selain mengedarkan barangnya di Kediri dan Surabaya, juga di beberapa kota besar lainnya, termasuk Jakarta, Medan dan Makassar.

• Baca: Dua Pecatan ASN Terlibat Sindikat Pemalsuan Dokumen

Produk kecantikan yang diproduksi tersangka ini dibuat dari bahan-bahan yang dioplos dengan produk merek terkenal seperti Mustika Ratu, Marcks Beauty Powder, Sabun Papaya, Viva Lotion, Vasseline, Sriti dan lainnya.

“Kemudian oleh tersangka diberi merek DSC itu, tapi belum mendapatkan izin dari BPOM dan Dinas Kesehatan,” jelas Barung di Mapolda Jatim, Selasa (4/12).

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita ratusan produk kecantikan ilegal bermerek DSC sebagai barang bukti.

• Baca: Tagih Utang, Warga Blitar Malah Ketipu Kiai Palsu Rp 2,8 M

“Barang-barang ini kami sita dari rumah tersangka di Kediri. Kami juga menyita peralatan untuk praktik kecantikan seperti infus dan lain sebagainya,” tandas Barung.

Dir Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menambahkan, tersangka sudah menjalankan praktik ilegalnya sejak dua tahun silam, 2016. “Omsetnya Rp 300 jutaan per bulan,” ungkapnya.

Produk oplosan ini dijual baik secara langsung ke pembeli maupun online. “Produknya sudah beredar di enam kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Makassar dan beberapa daerah lainnya,” katanya.

» Baca Berita Terkait Polda Jatim, Kosmetik Oplosan