Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kompak Banget! Emil Dardak-Anwar Sadad Turun ke Pasuruan Tinjau Sapi Terpapar PMK

Berita Terkait

KOMPAK: Emil Dardak-Anwar Sadad, kompak tinjau peternakan sapi perah di Kecamatan Tutur, Pasuruan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
KOMPAK: Emil Dardak-Anwar Sadad, kompak tinjau peternakan sapi perah di Kecamatan Tutur, Pasuruan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

PASURUAN, Barometerjatim.com – Permintaan Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad agar Pemprov Jatim turun langsung melihat kondisi sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta peternak yang terdampak di Pasuruan bersambut.

Ini setelah Plt Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak meninjau peternakan sapi milik salah seorang warga, Mulyono di Kecamatan Tutur, Rabu (6/7/2022). Bahkan Sadad turut menemani langsung meski tiga hari sebelumnya sudah turun ke Dusun Kumbo, Desa Telogosari, Kecamatan Tutur.

Dalam kunjungan tersebut, Emil dan Sadad terlihat kompak banget, menunjukkan kebersamaan antara eksekutif dan legislatif dalam menangani wabah PMK di Jatim yang kasusnya tertinggi — tembus 125.633 per 4 Juli 2022 — di Indonesia.

“Tentu pentingnya kehadiran Pemprov Jatim di bawah melihat langsung kondisi riil di lapangan,” kata Sadad yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim.

“Kehadiran Plt Gubernur Emil dan jajaran kepala dinas menunjukkan bahwa peternak tidak sendirian. Jadi ada support, back up nyata, bahwa kita tidak ingin PMK menurunkan kualitas dan produktifitas sapi,” sambungnya.

Sadad juga meminta Pemprov Jatim mengawal dengan ketat penyaluran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan PMK di Jatim.

“Setelah payung hukum BTT ada, segera ditentukan dengan jelas bagaimana mekanisme penyalurannya ke bawah. BTT harus dioptimalkan dan kuncinya tepat sasaran,” pintanya.

Selain itu, Sadad menyarankan agar Pemprov Jatim menggunakan BTT tidak hanya untuk obat, melainkan ganti rugi kepada para peternak yang kehilangan sapi akibat PMK.

Menurutnya, obat, vitamin, dan pakan juga perlu. Tapi tak kalah penting bagaimana peternak yang merugi lantaran sapinya mati mendapat ganti rugi. “Karena dari hewan ternak mereka hidup. Misal sapi perah, kalau sapi mati, peternak sudah tidak dapat pemasukan,” jelasnya.

Di kandang sapi Mulyono, ada 15 sapi perah dan seluruhnya terpapar PMK. “Dua sudah mati, ini sisa 13 dalam masa pemulihan,” katanya kepada Emil dan Sadad.

Menerima curhatan peternak, Emil turut sedih dan berjanji Pemprov Jatim akan membantu para peternak sapi perah yang terpapar PMK.

“Saya meninjau di sini, karena ada laporan sapi mati karena PMK, namun ada juga yang sembuh, salah satunya milik Pak Mulyono,” kata Plt Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tersebut.

“Saya terima kasih warga aktif melapor, dan khususnya kepada Pak Wakil Ketua Anwar Sadad sebagai wakil rakyat Pasuruan juga aktif mengabarkan,” tandasnya.

Soal BTT, Emil menegaskan pihaknya masih menunggu format dari pemerintah pusat yang sampai saat ini masih digodok. Termasuk format untuk bersimpati dan meringankan beban peternak yang sapinya mati.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -