Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Komitmen Belanja Produk Dalam Negeri: DKI Tertinggi se-Indonesia! Jatim Nomor 2

Berita Terkait

BUSINESS MATCHING: Gubernur Anies Baswedan bersama kepala daerah lainnya di Nusa Dua, Bali. | Foto: IST
BUSINESS MATCHING: Gubernur Anies Baswedan bersama kepala daerah lainnya di Nusa Dua, Bali. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi tertinggi se-Indonesia soal komitmen belanja produk dalam negeri di 2022. Dikutip dari situs Kementerian Perindustrian (Kemenperin), nilai komitmen provinsi yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan itu mencapai Rp 5,195 triliun.

“Angka ini merupakan komitmen tertinggi untuk kategori pemerintah provinsi di seluruh Indonesia,” kata Anies melalui akun Instagramnya, Jumat (25/3/2022).

Komitmen itu disampaikan Anies saat hadir dalam Business Matching Pengadaan Produk dalam Negeri dan UMKM di Nusa Dua, Bali, 22-24 Maret 2022, bersama kepala daerah lainnya se-Indonesia, para menteri, kepala lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Anies, realisasi belanja produk dalam negeri dan UMKM pada 2022 akan terus digencarkan hingga mencapai Rp 11,3 triliun, melebihi target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 10,1 triliun.

“Pemprov DKI Jakarta menargetkan belanja produk dalam negeri mencapai sedikitnya 30 persen dari total belanja barang dan jasa selain tanah,” katanya.

Anies bahkan telah membentuk Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang tugasnya menyosialisasikan dan mengawasi pelaksanaan peningkatan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Sebagai bentuk komitmen memberdayakan UMKM sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, lanjut Anies, Pemprov DKI Jakarta sejak 2020 sudah mewajibkan belanja makan minum rapat seluruh perangkat daerah dan BUMD melalui UMKM Jakpreneur yang terdaftar di platform e-Order.

“Upaya peningkatan produk dalam negeri tidak hanya berfokus pada belanja pemerintah, melalui pemberdayaan pelaku usaha dan pemasaran produk dalam negeri, kami optimis budaya penggunaan produk dalam negeri dapat diikuti juga oleh seluruh warga Jakarta,” paparnya.

Pemprov Jatim Rp 2,293 Triliun

DKI TERTINGGI: Komitmen belanja produk dalam negeri DKI Jakarta di 2022 tertinggi se-Indonesia. | Data: Kemenperin
DKI TERTINGGI: Komitmen belanja produk dalam negeri DKI Jakarta di 2022 tertinggi se-Indonesia. | Data: Kemenperin

Menyusul di bawah DKI Jakarta yakni Pemprov Jatim. Nilai komitmen belanja dalam negeri provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu sebesar Rp 2,293 triliun. Jika akumulasi dengan 38 kabupaten/kota ditargetkan 26,8 trilliun.

Dalam keterangannya Khofifah menyebutkan, komitmen Pemprov Jatim untuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Rp 2,293 trilliun tersebut setara dengan 54,5 persen. Selain itu, Jatim juga memiliki alokasi belanja untuk UMKM Rp 2,27 triliun atau setara dengan 53,9 persen.

“Nilai komitmen Pemprov Jatim tersebut juga sudah lebih dari target yang dibuat. Kami bertekad untuk melaksanakan apa yang menjadi pesan presiden untuk mengalokasikan belanja barang dan jasa dari APBD minimal 40 persen untuk produk dalam negeri, dan targetnya se-Jatim akan mencapai Rp 26,8 Triliun,” ucapnya.

Khofifah menyampaikan, secara keseluruhan sesuai data penanyangan Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada Kamis (24/4), total belanja Provinsi Jatim mencapai Rp 9,4 triliun.

Namun yang terumumkan tercatat Rp 7,71 triliun atau setara dengan 82 persen, sehingga masih ada Rp 1,69 triliun atau setara dengan 18 persen yang masih belum terinput datanya.

“Ini karena transaksi dengan nilai di bawah Rp 60 juta belum diinput datanya. Sehingga untuk data Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) masih bisa akan berubah sampai 31 Mei mendatang,” katanya.

Khofifah menambahkan, profil belanja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) Jatim juga menunjukan komitmen nyata upaya dalam melestarikan produk karya anak bangsa. Dengan rincian pengadaan melalui penyedia Jatim, total paket mencapai 24.729 dengan nilai Rp 4,2 triliun.

Detilnya, pengadaan melalui penyedia UMKM mencapai 22.167 paket, Pembelanjaan Dalam Negeri (PDN) 407 paket dan e-purchasing 2.575 paket.

“Sehingga ini menunjukkan bahwa program Jatim Bejo (Belanja Online) sudah mudah diakses oleh pemilik UMKM yang ada di Jatim,” tutur Khofifah.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -