Kiai Ma’ruf Perekat Kubu Khofifah-Gus Ipul di Pilpres 2019

Gus Hans (kiri) dan Gus Fahrur, dulu berbeda kini di perahu yang sama. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Gus Hans (kiri) dan Gus Fahrur, dulu berbeda kini di perahu yang sama. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Puluhan kiai muda alias gus berkumpul di kediaman Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) di Perumahan The Gayungan, Surabaya, Senin (15/4/2019) malam.

Mereka adalah para gus yang di Pilgub 2018 lalu berseberangan. Gus Hans misalnya, Jubir Khofifah-Emil Dardak. Sedangkan KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur, salah seorang pendukung terdepan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

Tapi malam itu tak ada sekat. Gus Hans dan Gus Fahrur serta gus lainnya yang hadir, benar-benar menjadi satu. Bercanda, saling melontarkan joke-joke segar khas Nahdliyin lewat acara “Liwetan Jelang Coblosan Pilpres 2019”.

Mereka tak sekadar berkumpul, tapi juga melakukan konsolidasi untuk pemenangan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Lebih-lebih di jam-jam genting jelang coblosan.

“Ya, kita memang sepakat. Jadi semuanya yang dulu di kubu Gus Ipul juga bergerak ke 01, di kubu Bu Khofifah sama. Kalau ukurannya Pilgub, dua-duanya sepakat, kita mendukung 01. Mungkin ada sedikit-sedikit yang tidak, tapi mayoritas kita ke 01,” papar Gus Fahrur.

“Lirboyo, Ploso, Sidogiri, basis-basis pesantren tradisional ke 01 semua, ya karena faktor Kiai Ma’ruf Amin itu yang menjadi perekat kita,” tambah pengasuh Ponpes Annur 1 Bululawang, Malang tersebut.

Gus Fahrur menambahkan, mungkin kalau bukan Kiai Ma’ruf, kedua kubu yang berseberangan di Pilgub Jatim tidak akan sekompak ini. Tapi karena faktor Kiai Ma’ruf yang dituakan di NU serta keturunan Syekh Nawawi, membuat para kiai tak bisa ke lain hati.

“Seandainya bukan Kiai Ma’ruf, belum tentu sekompak ini. Kompak karena titik temunya memang Kiai Ma’uf. Artinya, NU hari ini harus tunjukkan, bahwa ini kehormatan bagi kita, karena Kiai Ma’ruf itu (mantan) rais aam,” paparnya.

Apalagi, lanjut Gus Fahrur yang juga ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI), di Pilpres 2014 tak sedikit kiai di Jatim yang mendukung Prabowo Subianto.

“Begitu ada Kiai Ma’ruf, kita gabung semua, termasuk saya kemarin juga dukung Pak Prabowo. Tapi hari ini titik temu kita ya Kiai Ma’ruf ini, termasuk Gus Ipul, sama (dukung 01),” jelasnya.

Tak Ada Alasan Beda

Hal sama disampaikan Gus Hans, “Kalau di Pilgub kemarin kita memang sepakat untuk tidak sepakat, berpisah di perahu yang berbeda, karena calon dua-duanya ada NU-nya,” katanya.

Tapi di Pilpres 2019 ini, Gus Hans tidak menemukan alasan untuk tidak sepakat, karena ada faktor Kiai Ma’ruf yang disebutnya sebagai muruah NU. “Beliau kebanggaan yang harus kita junjung bersama. Ini yang menyatukan kita,” katanya.

Karena itu, kalau ada yang mengatakan bahwa peran Kiai Ma’ruf hanya sekian persen di Paslon 01, Gus Hans meminta agar dikoreksi lagi.

“Kita berkumpul di sini, yang kita ini sangat susah untuk menyatukan kesamaan, tapi karena ada faktor Kiai Ma’ruf kita bisa semakin semangat,” tandas wakil rektor Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) Jombang itu. •

» Baca Berita Terkait Gus Hans, Pilpres 2019