Kiai Ma’ruf Berharap Cak Imin Jadi Presiden di 2024

PKB SONGSONG PEMILU 2019: Konsolidasi kader PKB se-Jatim di Surabaya, Sabtu (29/9). Muhaimin Iskandar (inset) diharapkan jadi Presiden RI di 2024. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
PKB SONGSONG PEMILU 2019: Konsolidasi kader PKB se-Jatim di Surabaya, Sabtu (29/9). Muhaimin Iskandar (inset) diharapkan jadi Presiden RI di 2024. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – KH Ma’ruf Amin bersyukur dirinya yang kiai, yang santri Nahdlatul Ulama (NU) dipilih mendampingi Capres Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Jika sekarang dirinya dipilih sebagai Cawapres, maka dia berharap selanjutnya ada santri lain yang dipilih, bukan hanya menjadi wakil presiden tapi presiden.

“Mudah-mudahan yang menjadi presiden itu, santri Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Amin, amin. Nisabnya cukup, nasabnya cukup, tinggal nasibnya. Mudah-mudahan,” katanya di hadapan ribuan kader dan kiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada acara konsolidasi kader se-Jatim di Surabaya, Sabtu (29/9).

• Baca: Pemilu 2019, Kiai Ma’ruf Ajak Warga NU Rujuk Kembali ke PKB

Harapan Kiai Ma’ruf agar kader NU menjadi presiden berikutnya, sebenarnya bukan yang pertama disampaikan dan khusus untuk Cak Imin — sapaan akrab Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, saat silaturahim ke Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, 29 September 2018, Kiai Ma’ruf juga menyebut Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa layak menjadi presiden di 2024.

“Andaikata jadi (Jokowi-Kiai Ma’ruf memenangi Pilpres 2019), ini melambangkan Pak Jokowi nasionalis, saya Islam (nasionalis-religius). Besok, diharapkan, ada presiden yang Islam dan nasionalis wakilnya. Siapa tahu yang akan jadi presiden ke depan Ibu Khofifah,” paparnya.

• Baca: Sinyal Kiai Ma’ruf, Khofifah Disiapkan untuk Pilpres 2024?

Apalagi di tahun itu, 2024, tepat lima tahun Khofifah memimpin Jatim bersama Emil Elestianto Dardak. Selain itu, perjalanan Khofifah juga hampir sama dengan Jokowi, dari gubernur kemudian menjadi presiden.

Soal kapasitas, menurut Kiai Ma’ruf, Khofifah tidak perlu diragukan. “Pengalamannya cukup, kemampuannya ada. Pokoknya kalau syarat sudah cukup, nasabnya cukup, tinggal nasibnya saja,” katanya.

Kiai Ma’ruf, di hadapan kader PKB se-Jatim hari ini, juga meminta santri agar tidak putus asa dan berkecil hati karena santri bisa menjadi apa saja. Bisa menjadi kiai, pengusaha, menteri, wakil presiden bahkan presiden.

• Baca: NU Bisa Ditinggal Kalau Jokowi-Kiai Ma’ruf Kalah di Pilpres

“Gus Dur santri bukan?” tanyanya. “Satri..!” jawab kader PKB serentak. “Bisa jadi presiden!” tandas Kiai Ma’ruf. “Saya santri, bisa juga calon wakil presiden,” sambungnya.

Karena itu, kata Kiai Ma’ruf, “Saya berharap nanti datang lagi ke pertemuan PKB Jatim, saya bukan lagi calon wakil presiden tapi sebagai wakil presiden. Amin ya robbal ‘alamin,” tegasnya.