Kiai Ghofur Tegaskan Ponpes Sunan Drajat Netral di Pilpres

NETRAL DI PILPRES: KH Abdul Ghofur bersama pengurus alumni Ponpes Sunan Drajat di Ponpes Al Ikhlas Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat, Lamongan, Senin (10/9) malam. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
NETRAL DI PILPRES: KH Abdul Ghofur bersama pengurus alumni Ponpes Sunan Drajat di Ponpes Al Ikhlas Babat, Lamongan, Senin (10/9) malam. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Banyak dikunjungi tokoh politik nasional, termasuk bakal Cawapres KH Ma’ruf Amin, KH Abdul Ghofur justru menegaskan Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Paciran, Lamongan yang diasuhnya netral di Pileg maupun Pilpres 2019.

Hal itu ditegaskan Kiai Ghofur usai melantik pengurus Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) Kabupaten Lamongan periode 2018-2021 di Ponpes Al Ikhlas Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat, Lamongan, Senin (10/9) malam.

“Urusan politik terserah para santri, mau pilih yang mana silakan. Pondok biar mengurus pendidikan saja,” kata kiai yang dikenal sebagai guru spiritual Prabowo Subianto itu.

• Baca: Kiai Ma’ruf Minta Dukungan ke Ponpes Sunan Drajat Lamongan

Selebihnya, dia meminta agar para santri tetap mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, sebagaimana ajaran Islam yang dibawa para Wali Songo ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Selain itu, kepada para alumni santri Ponpes Sunan Drajat, Kiai Ghofur berpesan agar mereka yang terjun di tengah masyarakat dapat saling bahu membahu menggalakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

“Semua sudah diajarkan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, tidak hanya belajar ngaji, tapi juga belajar kemandirian ekonomi,” tegasnya.

Kemandirian Ekonomi

Menurut Kiai Ghofur, saat ini pemberdayaan masyarakat memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan agar kemandirian ekonomi negara menjadi kuat. Jika kemandirian ekonomi kuat, maka negara juga akan semakin kuat dan tidak mudah dijajah.

Dia menyebutkan beberapa bukti kemandirian ekonomi yang dilakukan Ponpes Sunan Drajat yang bisa dikembangkan dan diberdayakan di tengah masyarakat. Salah satunya produk air mineral yang dikelola untuk membiayai kebutuhan Ponpes selama ini.

“Jangan sampai kita dijajah ekonominya. Sekarang kalau mau beli air minum saja milik orang Amerika, padahal di pesantren sudah ada sumber mata air peninggalan Wali Songo yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

• Baca: Mereka Berkalung Serban Ponpes Sunan Drajat Sebelum Kiai Ma’ruf

Sementara Ketua Pessandra Kabupaten Lamongan, Gus Muhajirin menyampaikan, sebagai bentuk tawadhu kepada guru atau kiai, santri harus berupaya berjalan sesuai apa yang diajarkan selama di Ponpes, termasuk pesan atau amanah ilmu dari para guru dan pengasuh.

“Keberadaan organisasi alumni santri ini, selain untuk menjalin silaturahim juga untuk membangkitkan semangat perjuangan untuk mengamalkan ilmu yang telah diajarkan oleh para pengasuh di Ponpes Sunan Drajat,” terang Gus Muhajirin.

» Baca Berita Terkait Ponpes Sunan Drajat, KH Abdul Ghofur, Pilpres 2019