Kiai Asep: Bandar Itu Ketua Geng, Fadli Zon Kurang Ajar!

KH Maimun Zubair saat di kompleks Masjid Sunan Ampel Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
KH Maimun Zubair saat di kompleks Masjid Sunan Ampel Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Fadli Zon membantah kalau puisi “Doa yang Ditukar” untuk menyindir Ketua Dewan Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen.

Namun bagi Ketua Majelis Syariah DPW PPP Jatim, KH Asep Saifuddin Chalim, bantahan Fadli Zon hanya upaya untuk mengelak setelah puisinya dipersoalkan banyak pihak, terutama kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Itu mengelak saja. Orang dapat memahami secara lugas (kata) ‘kau’ itu (dalam puisi Fadli Zon) ya Kiai Maimun Zunair, ‘bandar’ itu ya Kiai Maimun Zubair,” kata Kiai Asep usai menghadiri Pembekalan Saksi PPP di DBL Arena Surabaya oleh Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/2/2019).

“Bandar itu konotasinya kan jelek sekali. Bandar itu kan ketua geng. Bandar judi, bandar ekstasi. itu kan kurang ajar!” sambung kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto tersebut.

Karena itu, Kiai Asep akan membacakan hijib nashor yang di kalangan pesantren dikenal sebagai doa penghancur musuh untuk Fadli Zon, hingga politikus Partai Gerindra itu ‘tersungkur’.

“Saya kalau baca hijib nashor diamini ribuan orang setiap pagi, setiap saya mengajar. Sampai saya melihat Fadli Zon kena laknat, enggak akan berhenti saya baca, karena kurang ajar,” tandasnya.

Namun Kiai Asep akan menghentikan bacaannya tersebut, kalau Fadli Zon minta maaf. “Kalau orang sudah minta maaf, saya tidak bisa (meneruskan dan harus memaafkan). Lha Allah maha pemaaf,” katanya.

Jika tidak, Kiai Asep akan terus membacanya sampai Fadeli Zon terjungal. “Masa sih berdoa sebulan tidak dikabulkan, satu tahun masa tidak dikabulkan, sampai saya pingin tahu seperti apa Fadli Zon,” katanya.

Selain itu, katanya, kekurangajaran Fadli Zon harus berdampak pada kekalahan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. “Dampak kelanjutan dari Fadli Zon, Prabowo harus kalah. Itu (hizib nashor) juga doa kita agar Prabowo kalah,” tandasnya.

Kiai Asep juga meminta agar Fadli Zon tidak sombong. “Saya tidak mengakui kehebatan, kepandaiannya. Cuma kebetulan saja sekarang jadi wakil ketua DPR,” ucapnya. •

» Baca Berita Terkait Pilpres 2019, Kiai Asep