Khofifah: Sidoarjo-Lamongan-Gresik Perlu Kewaspadaan Prima

JUMPA PERS: Khofifah bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JUMPA PERS: Khofifah bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Alih-alih berhenti, penyebaran virus Corona (Covid-19) di Jatim malah kian menggurita, terutama di wilayah Surabaya Raya — Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan.

Dari update yang disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (15/4/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim bertambah 26 orang.

“16 di antaranya dari Surabaya. Kemudian 1 Sidoarjo, 1 Tulungagung, dan 2 dari Kabupaten Probolinggo. Total yang sudah terkonfirmasi positif menjadi 499 orang,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi.

Dengan tambahan satu lagi dari Sidoarjo, menurut Khofifah, wilayah Surabaya Raya perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang prima.

“Kalau kita melihat dari hinterland-nya (daerah penyangga) Surabaya, maka Sidoarjo, Gresik dan Lamongan ini sama-sama harus membangun kewaspadaan prima, dan kesiapsiagaan secara komprehensif karena memang ada di hinterland-nya episentrum Jatim,” paparnya.

Secara keseluruhan, dengan tambahan hari ini, jumlah pasien positif di Sidoarjo menjadi 46 orang, Lamongan (25), Gresik (18) dan Surabaya (244).

Sementara dari 499 positif Covid-19, lanjut Khofifah, jumlah pasien sembuh sebanyak 86 orang (17,23 persen), dirawat 367 (73,55 persen) dan meninggal dunia 46 (9,22 persen).

“Di antara yang terkonfirmasi sembuh ini, 1 dari Lumajang, 2 dari Lamongan, 1 Situbondo dan 1 dari Surabaya,” katanya.

“Tapi kembali kita juga berduka, bahwa hari ini ada satu pasien yang meninggal di Kota Srabaya,” imbuh gubernur yang mantan menteri sosial tersebut.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona