Khofifah: Pasar Ikan Lamongan Bisa Jadi Plasa Ikan ala Korsel

PASAR IKAN LAMONGAN: Khofifah saat blusukan di Pasar Ikan Terpadu di Kabupaten Lamongan, Sabtu (28/4). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
PASAR IKAN LAMONGAN: Khofifah saat blusukan di Pasar Ikan Terpadu di Kabupaten Lamongan, Sabtu (28/4). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Mengawali blusukan di Kabupaten Lamongan, Sabtu (28/4) hari ini Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pasar Ikan Terpadu. Cagub nomor urut satu itu langsung membaur bersama warga pasar untuk menyerap aspirasi.

Mengenakan kemeja khas putih dengan sepatu kets, Khofifah terlihat begelut dengan becek dan aroma khas pasar ikan. Satu per satu pedagang pasar ikan didekati dengan ramah.

Setelah beberapa menit melakukan navigasi program, Khofifah menilai Pasar Ikan Lamongan perlu pembenahan. Dari mulai akses masuk pasar hingga revitalisasi bangunan untuk kenyamanan pembeli serta pedagang.

• Baca: Pedagang: Jangan Dizalimi Lagi! Saatnya Khofifah Gubernur

Pertama, Khofifah ingin membangun akses jalan masuk. “Dari ujung kita melihat deretan mobil yang ngantri ke pasar ikan. Ini perlu proses akses lebih cepat untuk masuk ke sini,” tuturnya.

Akses jalan perlu diperhatikan demi menjaga kualitas ikan, sehingga harganya bisa tetap tinggi.

Berikutnya, Khofifah menilai pasar ikan perku revitalisasi bangunan. Dia akan menyulap pasar ikan di Lamongan menjadi plasa ikan seperti di Korea Selatan (Korsel).

“Kalau dilihat proses transaksi yang luar biasa, perluasan menjadi penting. Ekstensi ini tidak harus ke kanan atau ke kiri, tapi bisa dibikin vertikal seperti plasa-plasa ikan di Korea Selatan,” ucap Menteri Sosial 2014-2018 ini.

• Baca: Khofifah Berharap ‘Tukang Goreng’ Isu PKH Minta Maaf

Selain itu, sektor bangunan juga sangat dibutuhkan agar membuat nyaman para pedagang dan pembeli. “Mereka sampaikan ingin ikan mereka terlindungi. maka kualitas ikannya akan lebih terlindungi, terjaga lebih lama,” tuturnya.

Menurutnya, hal-hal signifikan harus dicarikan solusi karena ini merupakan pasar ikan terbesar di Jatim.

“Proteksi terhadap petani tambaknya, proteksi terhadap kualitas ikannya, akses perluasan jalan masuk dan ekspansifikasi (perluasan) agar memudahkan dan memberi kenyamanan,” pungkasnya.