Khofifah Layaknya Buku Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang

KAMPOENG ILMU: Khofifah membeli buku Kartini dan Biografi Gus Dur di pasar buku Kampoeng Ilmu, Bubutan, Surabaya, Sabtu (21/4). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
KAMPOENG ILMU: Khofifah membeli buku Kartini dan Biografi Gus Dur di pasar buku Kampoeng Ilmu, Bubutan, Surabaya, Sabtu (21/4). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Khofifah Indar Parawansa memilih memperingati Hari Kartini bersama ibu-ibu di pasar buku Kampoeng Ilmu, Bubutan, Surabaya, Sabtu (21/4). Di tempat ini, Cagub Jatim nomor urut satu itu membagikan buku kumpulan surat Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tiba di lokasi, Khofifah langsung menuju kios buku bekas di Kampoeng Ilmu. Sejenak, dia berhenti di salah satu kios, lalu mengambil buku bersampul coklat yang dipajang. “Ada lagi buku ini, saya ambil tiga,” katanya kepada penjual.

Buku tersebut kumpulan surat Kartini semasa hidup berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang disusun Arminj Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru.

• Baca: Wow! Demi Acara Hari Kartini, Khofifah Rela Lari 2 Kilometer

Ada cletukan menarik perhatian dari pengunjung saat Khofifah membeli buku tersebut. “Kayak kisahnya Bu Khofifah ya. Habis dua kali kalah di Pilgub Jatim, sekarang giliran menang. Kali ini lebih terang,” katanya disambut senyum lirih pengunjung lainnya.

Selain membali buku Kartini, Khofifah juga membeli buku Biografi Gus Dur. “Kalau ini buku best seller, Biografi Gus Dur,” ujar perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Usai membeli buku, Khofifah kemudian menemui ibu-ibu yang berkumpul di pendapo area tengah Kampoeng Ilmu. Selanjutnya dia melontarkan tebak-tebakan soal buku apa yang pernah ditulis Kartini. Tiga penjawab benar diberi hadiah buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

• Baca: Khofifah: Ternyata Kartini itu Seorang Ibu Nyai

Khofifah menuturkan, salah satu perjuangan Kartini dalam mengangkat harkat perempuan yakni dengan mengajak para perempuan melek aksara, mengajak perempuan membaca.

“Dengan membaca kita bisa mendapatkan lautan ilmu, dan kampung ilmu seperti ini harus ada tidak hanya di setiap daerah, tapi juga di rumah. Dengan begitu budaya membaca bisa diterapkan minimal di lingkungan keluarga,” tandasnya.