Khofifah: Kalau Jatim Batuk, Droplet-nya Sampai Ibu Kota!

STADIUM GENERAL IPDN: Gubernur Khofifah di acara Stadium General IPDN di Balairung Rudini, Jatinangor, Sumedang. | Foto: IST
STADIUM GENERAL IPDN: Gubernur Khofifah di acara Stadium General IPDN di Balairung Rudini, Jatinangor, Sumedang. | Foto: IST

SUMEDANG, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, menjaga pertahanan dan keamanan di provinsi yang dipimpinnya sangatlah penting. Sebab, kalau Jatim ‘batuk’ maka dropletnya sampai ke ibu kota negara.

“Saya seringkali menyampaikan kepada Pak Pangdam dan Pak Kapolda. Jatim ini tidak boleh batuk. Kalau Jatim batuk, dropletnya sampai ibu kota,” katanya saat menghadiri Stadium General Istitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Balairung Rudini, IPDN Jatinangor, Sumedang, Jabar, Senin (19/4/2021).

Karena itu, tandas Khofifah, “Menjaga pertahanan keamanan di Jatim betapa pentingnya, karena ini sangat berkait erat dengan kenyamanan keamanan. Dan para investor merasa, kalau mereka berinvestasi di Jatim mereka aman. Kalau mereka yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi di Jatim, mereka aman dan seterusnya.”

Sementara terkait dengan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Khofifah yang mantan Menteri Sosial menjelaskan di 2021 pihaknya mengusung tagline Jatim Bangkit.

“Maka Jatim Bangkit ini kami harus membangun team work yang sering kali kita sebut kami ini adalah super team. Ada Pangdam, ada Kapolda, dan ada gubernur di dalamnya,” bebernya.

Jatim Bangkit, papar Khofifah, terdiri dari empat item, yakni pemulihan ekonmi, pembangunan manusia, penyediaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan proritas percepatan pembangunan di Jatim. Menurutnya, hal ini sering kali didiskusikannya dengan Dirjen Otda Kemendagri, karena Jatim memiliki lima subkultur.

“Kalau ada lima subkultur, maka sesungguhnya tidak bisa kita melakukan pendekatan pembangunan secara simetris, pembangunan menurut kami harus dilakukan secara asimetris. Apalagi untuk Indonesia yang sebegini luasnya,” kata Khofifah.

“Pada posisi seperti ini kami menyiapkan quick wins 2022. Inilah yang kami breakdown di dalam RKPD, yang baru saja kami melakukan Musrenbang pada minggu kemarin,” sambungnya.

Masih Jauh Tertinggal

PERCEPATAN PEMBANGUNAN: Isu Strategis dan arah kebijakan Pemprov Jawa Timur. | Grafis: Pemprov Jatim
PERCEPATAN PEMBANGUNAN: Isu Strategis dan arah kebijakan Pemprov Jawa Timur. | Grafis: Pemprov Jatim

Hal lain yang disampaikan yakni soal isu strategis dan arah kebijakan. Khofifah merasa belum tercukupi tenaga kerja yang terampil dan berkualitas untuk kebutuhan industri, karena hari ini semua fokus pada specific skills untuk bisa menjawab industri 4.0.

“Kita masih berproses, beberapa negara sudah masuk 5.0. Kita masih berproses 4.0, sudah ada yang masuk 6.0. Betapa sesungguhnya percepatan-percepatan ini harus kita lakukan, adaptasi-adaptasi baru harus kita lakukan,” katanya.

Hal itu, kata Khofifah, juga seringkali dipesankan pada jajaran OPD Pemprov Jatim. “Kita merasa sudah kerja keras kerja cepat, orang lain kerja keras dan mereka melompat. Maka kita tertingal,” katanya.

“Kita merasa sudah kerja keras dan melompat, orang lain sudah kerja keras dan menggunakan artificial intelligence, maka kita pun tertinggal,” katanya.

Karena itu, tegas gubernur yang juga Ketum PP Muslimat NU empat periode tersebut, percepatan dan profesionalitas harus beradaptasi dan bisa melakukan secara digital IT karena saat ini memang menjadi kebutuhan.

ARAH KEBIJAKAN JATIM: Inilah isu Strategis dan arah kebijakan Pemprov Jawa Timur. | Grafis: Pemprov Jatim
ARAH KEBIJAKAN JATIM: Inilah isu Strategis dan arah kebijakan Pemprov Jawa Timur. | Grafis: Pemprov Jatim

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim