Khofifah Jadi Gubernur Sudah Terbaca dari Wasiat Suami

hofifah ziarah ke makam suami, bapak ibu serta kakek dan neneknya | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Khofifah ziarah ke makam suami, bapak ibu serta kakek dan neneknya | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tanda-tanda Khofifah Indar Parawansa bakal menjabat gubernur Jatim periode 2019-2024, rupanya sudah diisyaratkan mendiang suaminya, Indar Parawansa.

Hal itu diungkap Khofifah yang didampingi dua anaknya, Yusuf Mannagalli dan Ali Mannagalli usai ziarah ke makam suami, bapak ibu, serta kakek neneknya di Pemakaman Islam Wonocolo Gang Lebar, Jemur Wonosari, Selasa (12/2/2019) sore.

Mantan Menteri Sosial itu menuturkan, usai dirinya dua kali kalah di kontestasi Pilgub Jatim (2008 dan 2018), Indar sebelum wafat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, 15 Januari 2014, menyampaikan pesan kepada teman-temannya agar menjahitkan baju pelantikan buat Khofifah.

“Teman-teman beliau tanya, keputusan MK menolak (gugatan) kenapa diminta menjahitkan baju untuk pelantikan istrinya. Teman-teman beliau kemudian menyampaikan: Apa maksudnya?” kata Khofifah menirukan rasa kaget teman-teman Indar.

Isyarat Indar baru terbaca saat Khofifah maju di Pilgub Jatim untuk kali ketiga pada 2018. Teman-teman Indar pun meyakini, kalau makna menjahitkan “baju pelantikan” berarti kemenangan untuk Khofifah dan dilantik menjadi gubernur Jatim periode 2019-2024.

“Teman-teman beliau menyampaikan, insyaallah menang kita’ (dalam bahasa Makassar kita’ artinya anda), karena (Indar) minta kami untuk menjahitkan baju untuk pelantikan kita’,” cerita Khofifah dengan mata berkaca-kaca.

Sementara terkait ziarahnya kali ini, Khofifah menyatakan sebenarnya hanya formalitas jelang keberangkatannya ke Jakarta untuk pelantikan di Istana Negara, Rabu (13/2/2019) sore. Sebab, setiap saat, dia selalu mendoakan kelima orang yang dicintainya tersebut.

Saat ditanya apa harapannya usai dilantik menjadi gubernur Jatim, Khofifah menyampaikan akan bekerja keras untuk mengemban mandat dengan baik, amanah, serta mohon tetap dikawal karena Jatim milik kita semua.

“Bagi saya Jatim adalah kita dan kita adalah Jatim. Bukan aku ya, (tapi) kita ya. Kita adalah Jatim dan Jatim adalah kita,” pungkas perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pemprov Jatim