Khofifah-Emil Disarankan Bentuk Tim Khusus Infrastruktur

TIM KHUSUS INFRASTUKTUR : Andira Reoputra, Khofifah-Emil perlu membentuk tim khusus infrastuktur untuk mempercepat pembangunan di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TIM KHUSUS INFRASTUKTUR : Andira Reoputra (kiri) sarankan Khofifah-Emil membentuk tim khusus infrastuktur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim memberi saran kepada Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur Jatim periode 2019-2024 agar membentuk tim khusus infrastuktur.

“Ini bukan tim navigasi, tapi benar-benar tim khusus infrastruktur,” kata Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim, Andira Reoputra dalam Forum Group Discussion (FGD) di Surabaya, Sabtu (14/7).

Menurut Reo — sapaan Andira Reoputra — selama kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) belum ada tim seperti yang disarankan. “Memang, ada tim percepatan pembangunan perumahan yang diketuai Gus Ipul hasil kerjasama dengan REI. Tapi yang ini benar-benar tim khusus infrastruktur,” ujarnya.

• Baca: Tumpang Pitu Perlu Kawalan Khusus dari Pemprov Jatim

Reo menegaskan, tim khusus infrastruktur ini bukan asisten atau staf khusus, tapi benar-benar dari kalangan profesional. “Mungkin jatahnya timses (tim sukses) di situ, tapi yang betul-betul profesional,” tandasnya.

Lantaran profesional, maka tim ini harus digaji dengan payung hukum Peraturan Gubernur (Pergub) untuk memberi fasilitas dalam mengawal bidang-bidang sektoral infrastukrur.

“Misalnya sektor pertambangan, jalan, dermaga, pelabuhan, bandara. Itu dikawal semua oleh tim infrastruktur, dan urusan infrastuktur ini Mas Emil ahlinya,” katanya.

• Baca: Ketum Golkar Harap Khofifah-Emil Akselerasi Industri di Jatim

“Tugas utama tim ini mengawal infrastruktur maupun investasi yang masuk ke Jatim. Ambil misalnya 10 orang, berapa sih gajinya. Taruhlah 20 juta per orang, cuma Rp 2,4 miliar per tahun.”

Lantas apa fokusnya? Reo mencontohkan saat ini dirinya sedang membikin beberapa kajian di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim.

“Ada sektor kawasan industri yang tidak signifikan dilakukan pemetaan oleh Bappeda, maka saya masuk sektor Pantura dan wilayah selatan,” katanya.

• Baca: Menang Mantap! Khofifah: Ini Kemenangan Rakyat Jawa Timur

Sektor industri, jelas Reo, tidak hanya kawasan industri, tapi ada pelabuhan, dermaga, terminal dan lainnya. “Di situ polemik Jatim karena penduduknya lumayan besar, hampir 40 juta,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, jalur-jalur Pantura harus diselesaikan. “Sudah ada tol masuk, misalnya. Ada tol Probolinggo Banyuwangi dan seterusnya, ini sangat signifikan. Maka tim khusus infrastruktur perlu dibentuk Khofifah-Emil,” tegasnya.