Khofifah-Emil Beri Perhatian Lebih untuk Penghafal Al Qur’an

PENGHAFAL AL QUR'AN: Emil Dardak menghadiri peringatan wisuda tahfidz 30 juz dan Nudzulul Qur'an di Ponpes An-Nur, Probolinggo, Minggu (3/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PENGHAFAL AL QUR’AN: Emil Dardak menghadiri peringatan wisuda tahfidz 30 juz dan Nudzulul Qur’an di Ponpes An-Nur, Probolinggo, Minggu (3/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menghadiri peringatan wisuda tahfidz 30 juz dan Nuzulul Qur’an di Ponpes An-Nur, Probolinggo, Minggu (3/6).

Dalam acara tersebut, Emil mendapatkan kehormatan untuk melantik dua orang wisudawati yang telah menghafal 30 juz Al Qur’an. Rasa syukur pun disampaikan Emil atas diwisudanya para santriwati, dan berharap nilai-nilai Al Qur’an tertanam dalam kehidupan bermasyarakat.

“Syukur alhamdulillah saya bisa ikut merasakan kebahagiaan melihat ada Al Qur’an ‘berjalan’ di bumi Jawa Timur,” ungkapnya Emil.

• Baca: Bos Kampung Cokelat Puji Konsep Emil Majukan Daerah

Bupati Trenggalek non aktif itu pun tak lupa menyampaikan niatnya bersama Cagub Khofifah Indar Parawansa dalam membangun Jawa Timur.

“Jawa Timur nantinya akan memberikan perhatian yang lebih lagi kepada para hafidz dan hafidzah. Memberikan perhatian, memberikan tunjangan, memberikan akses lapangan pekerjaan juga,” jelasnya.

Emil mendoakan para hafidz-hafidzah agar kehidupannya menjadi berkah. Sebab, harus diakui bahwa penghafal Al Qur’an mempunyai standar kompetensi tertentu yang sangat bermanfaat dari sisi sosial dan spiritual. Maka dua hal tersebut sangat memengaruhi seseorang dalam bekerja.

“Kita akan memiliki seseorang yang setiap langkahnya dan hembusan napasnya mengingat Al Qur’an, karena setiap ayatnya mengajarkan juga nilai-nilai universal, yaitu nilai-nilai kebaikan,” paparnya.

• Baca: Jelang Coblosan, Kiai Ma’shum: Insyaallah Mas Emil Wagub

Karena itu, apabila diberikan kepercayaan untuk memimpin Jatim, Khofifah-Emil akan membantu meyakinkan para pelaku usaha untuk memberikan peluang kerja kepada para hafidz-hafidzah. “Ada nilai lain ketika dunia usaha mempekerjakan mereka untuk menyebarkan kebaikan, sehingga tercipta masyarakat yang berbudi pekerti,” katanya.

Di sisi lain, para kiai di Ponpes An-Nur bersatu menyatakan dukungannya untuk Khofifah-Emil, karena mereka menilai pasangan ini mempunyai kemampuan akademik yang baik, sehingga konsentrasi utamanya adalah memperbaiki kualitas pendidikan di Jatim.

“Saya berterima kasih punya calon pemimpin Khofifah-Emil yang masalah keimanannya, pendidikannya dan masalah agamanya baik. Keduanya pasangan pas untuk kalangan pesantren,” ujar Sawiyanto, penasihat Yayasan An-Nur.