Khofifah-Cak Imin Bertemu, Dari ‘Seteru’ Berubah Senda Gurau

KHOFIFAH-CAK IMIN BERTEMU: Di depan Jaksa Agung Prasetyo, Cagub Khofifah Indar Parawansa menunjukkan jari simbol nomor satu kepada Ketum PKB, Muhaimin Iskandar. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
KHOFIFAH-CAK IMIN BERTEMU: Di depan Jaksa Agung Prasetyo, Cagub Khofifah menunjukkan jari simbol nomor satu kepada Ketum PKB, Muhaimin Iskandar. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Beginilah politik. Tokoh yang semula ‘berseteru’, saat bertemu berubah menjadi senda gurau. Hal itu terlihat ketika Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar bersua Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Keduanya bertemu kala menghadiri penganugerahan gelar doktor honoris causa (HC) bidang ekonomi untuk CEO Mayapada Grup, Prof Dato’ Sri Tahir di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kamis (8/3).

Baik Khofifah maupun Muhaimin sama sekali tak terlihat canggung. Bahkan Khofifah sempat berseloroh, “PKB dukung sebelah (Saifullah Yusuf-Puti Guntur) gak popo, yang penting massa-nya ikut saya,” katanya kepada Muhaimin sambil mengangkat jari telunjuk yang menyimbolkan nomor satu (nomor urut Khofifah-Emil).

• Baca: Khofifah: Mas Imin Sering Panik Kalau Hadapi Saya

Mendengar canda politik Khofifah, Cak Imin — sapaan Muhaimin Iskandar — hanya terkekeh. Begitu pula dengan Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo ikut tersenyum. Selebihnya, Khofifah dan Muhaimin berbincang akrab sebagai sesama kader Nahdlatul Ulama (NU), terlebih keduanya juga dibesarkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

SETERU DI PILGUB JATIM 2018: Cagub Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Cawagub Puti Guntur saat hadir dalam acara di Unair, Kamis (8/3). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
‘SETERU’ SALING BERSAPA: Cagub Khofifah bersalaman dengan Cawagub Puti Guntur Soekarno saat hadir dalam acara di Unair, Kamis (8/3). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

Suasana yang begitu cair tersebut bertolak belakang dengan saling serang komentar keduanya terkait Pilgub Jatim 2018 selama ini. Setidaknya, dua kali Cak Imin menyerang Khofifah lewat statement tajam. Pertama, Muhaimin mengaku meminta Presiden Jokowi agar tidak mengizinkan Khofifah running di Jatim.

Menanggapi hal itu, Khofifah balik minta Muhaimin jangan “galau” karena demokrasi di negeri ini ada regulasi yang memberikan ruang kepada seluruh warga Indonesia untuk menyalurkan hak politiknya. “Mas Imin jangan galau lah,” ucap Khofifah saat kunjungan kerja di Gresik, 9 Juli 2017.

• Baca: Calon Diusung PKB Tak Pernah Menang di Pilgub Jatim

Kedua, Cak Imin menuding tim Khofifah-Emil melakukan kampanye manipulatif, terkait peredaran video dukungan Muhaimin saat PKB mengusung Khofifah di Pilgub Jatim 2013. Namun Khofifah meminta mantan Menteri Tenaga Kerja tersebut tidak “panik”.

“Manipulasi apa? Video mengalir dari lima tahun lalu. Jadi siapa yang mengalirkan, siapa yang memviralkan saya tidak dalam posisi ingin menanggapi. Mungkin Mas Imin lagi panik. Agak sering beliau panik kalau ngadepi saya. Ya orang panik didoakan saja supaya tenang,” katanya.

TETAP AKRAB: Cagub Khofifah Indar Parawansa bersapa dengan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (tengah) dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
TETAP AKRAB: Cagub Khofifah Indar Parawansa bersapa dengan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (tengah) dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

Di acara penganugerahan HC Prof Dato’ Sri Tahir, Khofifah juga bertemu Puti Guntur. Meski tak melakukan pembicaraan khusus, keduanya terlihat berbincang cukup akrab. “Kami kan sebenarnya sering bersama-sama. Kami saling menanyakan kesehatan,” aku Puti saat ditanya wartawan.

“Kemarin juga sama-sama ada acara di Jakarta. Kami barengan. Jadi, sebenarnya acara seperti ini sudah biasa kami bertemu dan kemudian berbincang,” tambah Cawagub pasangan Cagub Saifullah Yusuf itu.

• Baca: Sapa Pedagang Pasar, Wah.. Puti Tak Dikenal

Selain Khofifah, Muhaimin, Puti dan Prasetyo, acara dihadiri banyak menteri. Di antaranya Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), Enggar Tiasto Lukita (Menteri Perdagangan), Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi), Luhut Binsar Panjaitan (Menko Kemaritiman), Muhammad Nasir (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) serta Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian).

Hadir pula Jenderal (Purn) TNI Moeldoko (Kepala Staf Keporesidenan), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Ridwan Kamil (Cagub Jabar), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Rizal Ramli, Agung Laksono serta Agum Gumelar.