Rabu, 07 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Khofifah Berjalan di Atas 9 Pedoman Politik Warga NU

Berita Terkait

DUKUNG KHOFIFAH DI PILGUB JATIM 2018: Cak Anam, hanya Khofifah Indar Parawansa kader NU tulen yang 'berjalan' di atas 9 Pedoman Politik Warga NU. Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
MANTAN KETUA ANSOR JATIM DUKUNG KHOFIFAH: Cak Anam, hanya Khofifah Indar Parawansa kader NU tulen yang ‘berjalan’ di atas 9 Pedoman Politik Warga NU. Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sudah beberapa tahun lalu Cak Anam — sapaan akrab Choirul Anam — menyatakan mundur dari ‘jagat persilatan’ politik. Tapi melihat sejumlah kader Nahdlatul Ulama (NU) akan bertarung di Pilgub Jatim 2018, mantan ketua PW GP Ansor dan PKB Jatim itu tak bisa diam.

Bagi Cak Anam, banyak kader NU, tapi hanya “kader NU tulen” yang harus didukung. Karena itu, dari tiga kandidat yang muncul, Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf dan Azwar Anas, hanya Khofifah yang dilihatnya kader asli NU.

Catat pengabdian Khofifah di NU: Mulai jadi aktivis IPPNU, berlanjut di Fatayat NU, PMII hingga kini menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU. Pun dalam berpolitik, perempuan yang juga menjabat Menteri Sosial itu tak pernah keluar dari garis NU.

• Baca: Dimotori Cak Anam, Penganut NU Khittah Dukung Khofifah

Usai bergabung dengan PPP yang saat itu menjadi ‘rumah besar’ politik warga NU di era Orde Baru, selanjutnya Khofifah bergabung dengan PKB yang kelahirannya dibidani PBNU di bawah kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Satu hal tak kalah penting, “Setelah kita kaji, perilaku politik Khofifah itu benar. Dia berjalan di atas 9 Pedoman Politik Warga NU,” tutur Cak Anam dalam diskusi menggagas komunitas Penganut Khittah Nahdliyah alias Penganut NU Khittah di kantin Gedung Museum NU, Jl Gayungsari Timur, Surabaya, Rabu (1/11) sore.

Diskusi berlangsung sangat dinamis. Maklum, mereka yang hadir para senior pergerakan NU, terdiri dari mantan pengurus PMII, GP Ansor maupun Fatayat Jatim serta kiai dari Madura, Tapal Kuda dan Pantura.

SENIOR PERGERAKAN NU BERKUMPUL: Para senior aktivis pergerakan NU dan kiai di wilayah Madura, Tapal Kuda dan Pantura berkumpul membahas pemenangan Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SENIOR PERGERAKAN NU BERKUMPUL: Para senior aktivis pergerakan NU dan kiai di wilayah Madura, Tapal Kuda dan Pantura berkumpul menggagas komunitas Penganut NU Khittah dan pembentukan relawan Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Sekadar tahu, sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU tersebut dicetuskan dalam Muktamar ke-28 NU di Krapayak, Yogyakarta (1989) atau lima tahun setelah para kiai sepuh turun gunung di Muktamar ke-27 (1984) di Situbondo untuk mengembalikan NU pada khittah-nya alias tidak berpolitik praktis.

Dengan pedoman ini, kader NU yang berpolitik harus berjalan sesuai hati nurani, kejujuran dan moral agama. Bukan sebatas politik kapitalistik dengan mengusung ‘mazhab’ Machiavelis alias menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan.

• Baca: Dua Mantan Tokoh PKB Hadiri Pertemuan Tim Khofifah

“Jadi politik itu harus ada agamanya, dan hanya Khofifah yang berjalan di atas 9 Pedoman Politik Warga NU,” tandas Cak Anam.

Karena itu, para senior motor pergerakan NU ini bulat mendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2018. “Kalau (calon) yang lain jadi, berat sekali perjuangan menegakkan khittah NU. Jadi ini alasan kami menjadi relawan dan mendukung Khofifah,” ucapnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -