Khofifah Berharap ‘Tukang Goreng’ Isu PKH Minta Maaf

KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA: Cagub Khofifah bersama pengurus Bamag Jatim dalam silaturahim di Jl Nginden Intan Timur, Surabaya, Jumat (27/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA: Cagub Khofifah bersama pengurus Bamag Jatim dalam silaturahim di Jl Nginden Intan Timur, Surabaya, Jumat (27/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Terbukti bukan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang bagi-bagi stiker paslon Cagub-Cawagub Jatim di Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Cagub Khofifah Indar Parawansa berharap ‘tukang goreng’ isu tersebut minta maaf.

“Panwasnya sudah bilang, tidak ada bukti kalau yang melakukan pembagian stiker itu pendamping PKH. Hari ini ‘gorengannya’ dahsyat,” sesal Khofifah di Kantor Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) di Jl Nginden Intan Timur, Surabaya, Jumat (27/4).

Lantaran terbukti tidak melakukan pelanggaran, Khofifah meminta agar pihak lawan yang main tuduh untuk meminta maaf. “Sebaiknya kalau betul merasa sudah memberikan punishment, saya harap dengan besar jiwa, dengan besar hati, mintalah maaf!” tegasnya.

Menurut Khofifah, negeri maupun provinsi ini harus dibangun dengan kebesaran jiwa. Di saat tuduhan tidak terbukti sama sekali, maka meminta maaf menjadi cara elegan. “Mintalah maaf, itu akan lebih elegan dan menunjukkan kenegaraan,” katanya.

• Baca: Panwaslu Lamongan: Terlapor Bukan Pendamping PKH

Selebihnya, Khofifah mengajak semuanya untuk membangun proses kompetisi Pilgub Jatim 2018 secara bermartabat. “Intinya persaudaraan jangan sampai terkoyak,” tandas perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Sebelumnya Ketua Panwaslu Lamongan, Toni Wijaya menegaskan bahwa yang dilaporkan sebagai pendamping PKH ternyata bukan. “Jadi hasil temuan sementara, yang dilaporkan itu ternyata seorang ketua kelompok penerima PKH dan bukan seorang pendamping,” terang Toni kepada wartawan di kantornya, Kamis (26/4).

Meski demikian, lanjut Toni, pihaknya masih tetap mengusut dan menindaklanjuti laporan dengan tetap meminta klarifikasi ke sejumlah pihak terkait.

Jaga Kerukunan

Sementara itu dalam silaturahimnya di kantor Bamag, Khofifah disambut langsung Ketua Umum Bamag Jatim, Pendeta Sudhi Dharma dan jajarannya. “Terima kasih untuk kehadiran Ibu Khofifah ke sini. Ini menjadi kerinduan kami untuk menjalin hubungan yang harmonis antarumat beragama,” kata Sudhi.

Dia juga menyampaikan agar umat Kristen andil dalam Pilgub Jatim dan berharap jika Khofifah menjadi gubernur Jatim untuk memperhatikan agama lain selain Islam. Sehingga, persatuan dan kesatuan antarumat beragama bisa terjaga dan terjalin dengan harmonis.

“Bamag sejak lama bekerja sama dengan Diknas. Kami dulu ikut terlibat untuk membina sekolah-sekolah Kristen. Harapan kami kalau Ibu jadi, nanti bisa memberi solusi agar kami bisa kembali membina sekolah,” kata Sudhi.

• Baca: Pengurus PDIP Asal Lapor, LM Bukan Pendamping PKH

Usai berdialog, Khofifah dan pengurus Bamag melakukan sesi foto bareng. Celetukan motivasi dan dukungan mereka pun muncul dalam sesi ini, salah satunya dari Pendeta Welley, pengurus Bamag. “Selamat berjuang Bu Khofifah, pasti menang, salam 1, jadi!” katanya.

Sedangkan Khofifah menyebut silaturahim tersebut selain bagian dari navigasi program, juga agar mendapatkan rekomendasi serta solusi yang inspiratif untuk bekal membangun Jatim ke depan.

“Kami bersama rombongaan mohon agar bisa mendapatkan pikiran solutif dan inspiratif, serta rekomendasi dimana keberagaman bisa terjalin hidup harmoni,” katanya.