Khofifah-Arumi, Dua Wanita Spesial Peduli Pendidikan Anak

DUA WANITA SPESIAL: Khofifah (kiri) dan Arumi Bachsin, dua wanita spesial yang disebut Emil Dardak peduli pendidikan anak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DUA WANITA SPESIAL: Khofifah (kiri) dan Arumi Bachsin, dua wanita spesial yang disebut Emil Dardak peduli pendidikan anak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MOJOKORTO, Barometerjatim.com – Siapakah wanita spesial peduli pendidikan anak? Jika pertanyaan itu diajukan kepada Cawagub Jatim nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak, ini dia jawabannya: Khofifah Indar Parawansa dan Arumi Bachsin.

Bagi Emil, bukan semata-mata karena Arumi istrinya. Lebih dari itu, dedikasi dalam pendidikan anak yang ditunjukkan selama ini membuatnya dijuluki “Bunda PAUD”. Arumi juga dinobatkan sebagai duta PAUD guna menyiapkan generasi emas Indonesia di masa mendatang.

Sedangkan Khofifah, dalam empat periode kiprahnya memimpin Muslimat NU, bahkan mengukir prestasi monumental: Mengelola sekitar 6.800 PAUD, hampir 10 ribu TK/RA (Raudhatul Athfal) serta 15.653 TPQ (Taman Pendidikan al Qur’an) di seluruh tanah air — data dikutip dari PP Muslimat NU.

• Baca: Warga Surabaya: Emil Sosok Pemimpin Muda Masa Depan

Dengan demikian, jika terpilih memimpin Jatim, rasanya tidak mungkin Emil akan mengesampingkan pendidikan anak karena bakal ‘berhadapan’ langsung dengan dua wanita spesial nan tangguh tersebut.

“Pendidikan merupakan salah satu fokus utama pasangan Kofifah-Emil,” kata doktor lulusan Jepang tersebut saat memberikan pemantapan saksi Pilgub Jatim 2018 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (20/5).

PEMANTAPAN SAKSI: Emil Dardak saat memberikan pemantapan saksi Pilgub Jatim di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (20/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PEMANTAPAN SAKSI: Emil Dardak saat memberikan pemantapan saksi Pilgub Jatim di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (20/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Terlebih Emil dan Khofifah memiliki kesamaan kultur, sama-sama dibesarkan dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU). “Kakek saya seorang guru agama mengajar menulis Arab halus, sehingga untuk mengesampingkan pendidikan madin (madrasah diniyah) saya rasa hampir tidak mungkin,” urainya.

Justru, Emil dan Khofifah bertekad meningkatkan pendidikan guru-guru diniyah hingga ke jenjang S2 agar ada peningkatan kualitas guru yang berdampak pada kualitas anak didik. Selain itu, tunjangan hafidz dan hafidzah juga menjadi perhatiannya.

• Baca: Apindo: Khofifah-Emil Sangat Berarti bagi Dunia Usaha

“Sehingga kalau dikatakan kita akan menghilangkan Bosda Madin itu berita hoax. Justru kita menginginkan pendidikan madin sebagai benteng pendidikan di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain Emil, pemantapan saksi juga diberikan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim serta Wakil Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil yang juga politikus Partai Demokrat, Renville Antonio.