Mensos: Ada yang ‘Memancing’, Usut Tuntas Seakar-akarnya

USUT TUNTAS: Buku bimbingan konseling ini dinilai sesat dan menyesatkan. Dengan mengutip ‘hadits’ tak jelas riwayatnya, semua kata Allah diganti menjadi Tuhan. | Foto: Ist

JAKARTA, Barometerjatim.com – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa minta aparat kepolisian turun tangan mengusut seakar-akarnya terkait penerbitan buku Bimbingan Konseling (BK) ‘La Ilaha Illa Tuhan’ yang terlanjur beredar luas dan meresahkan masyarakat.

Baginya, hal ini bukan semata-mata urusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tapi aparat kepolisian harus turun tangan melakukan penyelidikan dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas penerbitan buku yang sesat dan menyesatkan tersebut.

“Supaya ini tak menjadi bola liar, menurut saya, tak hanya Dikbud tapi aparat kepolisian harus mengusut tuntas, sampai seakar-akarnya apa tujuan menulis dan menerbitkan buku ini,” katanya.

• Baca: Inovasi ‘Pembebasan Gepeng’ Diganjar Penghargaan Top 99

Buku ini, lanjut Khofifah, tak sekadar memelesetkan tapi sudah menyeret anak-anak pada ketidakbenaran pemahaman persoalan teologis. Apalagi untuk kelas yang sudah kategori remaja, SMP/MTs, yang sedang mencari identitas diri.

“Tiba-tiba dia dikenalkan Allah di situ diganti Tuhan. Nanti bisa saja anak-anak kemudian ber-Sosmed lalu kutipan dari buku itu jadi perbincangan mereka: Oh, begini (mengganti Allah dengan Tuhan) bisa juga ya, padahal itu kan menyesatkan,” paparnya.

Khofifah meminta semua yang punya tanggung jawab dalam menyiapkan kurikulum dan proses belajar mengajar agar lebih cermat. Jangan sampai memancing ketenangan masyarakat.

“Ini kan upaya memancing. Hati-hati semunya. Hal-hal yang terkait dengan persoalan agama sensitifitasnya tinggi. Jadi saya minta semuanya jangan terpancing dan memancing,” tandasnya.

Dalih Proses Editing

DALIH SALAH EDITING: Pimpinan penerbit Paramitra Publishing berdalih ‘penggantian’ semua kata Allah menjadi Tuhan semata-mata karena ada yang luput dari proses editing. | Foto: Ist

Terkait kehebohan ini, pimpinan penerbit Paramitra Publishing, Hani Rochmanudin sudah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pada buku Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs yang viral di media sosial. Hani berdalih hal tersebut terjadi karena ada yang luput dari proses editing.

Sebelumnya dunia pendidikan dan masyarakat dibuat heboh dengan peredaran buku Materi Layanan Klasikal Bimbingan Konseling untuk pelajar SMP-MTs Kelas VII yang memuat ‘revisi’ Allah menjadi Tuhan.

• Baca: Hari Pertama Puasa, Mensos ‘Tancap Gas’ di Kampung Badui

Buku disusun Drs Slamet Riyadi MPd Kons. H Rochmanuddin MM dan Dra Narni. Sementara penerbitnya yakni Paramitra Publishing yang beralamat di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Di halaman 77, terdapat materi dua cara bersyukur kepada Tuhan, yakni dengan hati nurani dan ucapan. Menurut buku tersebut, ungkapan yang baik untuk menyatakan bersyukur kepada Tuhan yakni hamdalah sambil megutip ‘hadits’ tanpa menyebutkan riwayatnya:

Rasulullah bersabda, “Barang siapa mengucapkan ‘subhana Tuhan’, maka baginya 10 kebaikan. Barang siapa membaca ‘la ilaha illa Tuhan’, maka baginya 20 kebaikan. Dan barang siapa membaca ‘alhamdu lil Tuhan’ maka baginya 30 kebaikan.”