Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Ketua Gerindra Jatim Kenang RKH Fakhrillah: Haus Ilmu dan Jiwa Dakwahnya Menyala-nyala!

Berita Terkait

BERPULANG: RKH Fakhrillah Aschal, menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Syamrabu, Sabtu (15/5/2022). | Foto: IST
BERPULANG: RKH Fakhrillah Aschal, menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Syamrabu, Sabtu (15/5/2022). | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Moh Cholil Bangkalan, RKH Fakhrillah Aschal berpulang. Kiai yang juga Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan itu menghembuskan napas terakhirnya di RS Siloam, Surabaya, Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 05.25 WIB.

Sejumlah pihak berduka cita, termasuk Ketua DPD Partai Gerindra, Anwar Sadad. “Selamat jalan, Ra Fakhri. Irji’i ila rabbiki radliyatan mardliyah. Fadkhulī fi ‘ibadi wadkhuli jannati,” tulis politikus keluarga Ponpes Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu di akun Twitter-nya @ansadad.

Lewat cuitannya, Sadad lantas membagikan kenangan masa remaja dengan cicit Syaikhona Muhammad Cholil tersebut saat masih sama-sama nyantri di Ponpes Sidogiri.

“Saya dan almarhum teman sekelas mulai kelas 1 sampai dengan 3 tsanawiyah di Ponpes Sidogiri. Teman sekelas kami ada Cholil Nafis, rais PBNU,” kenang Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Menurut Sadad, Ra Fakhri sudah terlihat kharismatik sejak di bangku madrasah. “Sudah nyungkani. Kami biasa berbincang di sela waktu istirahat. Kami pernah bertukar pakai kacamata, untuk beradu siapa yang paling besar minusnya,” ucapnya sambil menambahkan emoticon senyum.

Tak hanya itu, lanjut Sadad, Ra Fakhri juga sosok yang haus ilmu. Tak jarang dia membawa kitab ke kelas, bukan kitab pelajaran. “Saya ingat pernah membawa kitab al-Anwar al-Muhammadiyah yang ditulis Sayid Muhammad al-Maliki. Ra Fakhri fasih menerangkan isi kitab tersebut,” katanya.

“Itulah yang membawanya kemudian mengembara menuntut ilmu ke Makkah. Pertengahan kelas tiga tsanawiyab, Ra Fakhri meninggalkan Sidogiri menuju Makkah. Saya tidak tahu pasti beliau studi di mana, tapi dugaan saya di Ma’had Sayid Muhammad bin Alawi. Wallahu a’lam,” katanya.

Ketika jadi classmate pada tahun 1989-1992 itulah, Sadad melihat Ra Fakhri figur yang aktif baik di dalam maupun luar kelas. Temannya banyak, suka menolong, benar-benar solidarity maker. Tak jarang Sadad bertemu Ra Fakhri ikut kerja bakti.

Tapi sejak Ra Fakhri melanjutkan sekolah ke Makkah, praktis Sadad tak lagi berhubungan. Kecuali beberapa kali bertemu saat ada acara di Sidogiri atau jika kebetulan sama-sama hadir di acara NU.

“Saya mengikuti kiprahnya dari berita di media atau sosmed, atau cerita kawan-kawan seangkatan kalau lagi ngumpul. Saya tahu jiwa dakwahnya menyala-nyala, menurun dari buyutnya, Syaikhona Muhammad Cholil,” ucap Sadad.

Kini Ra Fakhri telah pergi. Tapi Sadad yakin almarhum masih ada dalam hati dan semangat para santri dan muhibbin. Sebagaimana Ra Fakhri mewarisi darah ulama dan pejuang dari ayah dan kakek-buyutnya, serta mewariskannya kepada anak-anaknya.

» Baca berita terkait Gerindra. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -