Kepiawaian Emil Bangun Kecamatan Panggul Tuai Pujian

NOMOR SATU: Warga Sukodono, Sidoarjo, menunjukkan dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil Dardak, Sabtu (26/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
NOMOR SATU: Warga Sukodono, Sidoarjo, menunjukkan dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil Dardak, Sabtu (26/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Emil Elestianto Dardak disebut-sebut sebagai kepala daerah yang sukses memimpin Kabupaten Trenggalek, di antaranya karena mampu ‘menyulap’ wajah Kota Kecamatan Panggul.

“Saya menyaksikan sendiri perkembangan Panggul sebelum dan sesudah Trenggalek dipimpin Mas Emil,” ujar Syaiful, warga Sukodono yang biasa mengirim ayam ke Panggul, Trenggalek, di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Sabtu (26/5).

Terlebih jika suami Arumi Bachsin ini diberi amanah memimpin Jatim, kemajuan Trenggalek disebut akan lebih cepat. “Insyallah jika diberi amanah di Jawa Timur, saya yakin sekali Trenggalek lebih cepat majunya nanti.”

• Baca: Tunjang Iklim Industri, Emil Siapkan Dua ‘Jurus’ untuk Buruh

Syaiful yang bertemu Emil usai shalat subuh berjamaah di Masjid Baitul Muslimin I, menambahkan, Panggul saat ini sudah memiliki alun-alun. Bahkan geliat ekonomi masyarakatnya semakin terlihat setelah pembangunan tersebut.

“Tentunya hal ini berkat kepiawaian Mas Emil, soalnya dulu saat sebelum Pilkada tidak seperti itu dan sekarang perubahannya sangat luar biasa,” katanya.

Sementara Emil menjelaskan kenapa dirinya sangat kekeh merubah wajah Panggul, karena memiliki potensi perdagangan dan jasa yang bisa terhubung dengan beberapa daerah sekitar, terutama pesisir selatan.

• Baca: Emil Siapkan Koperasi dan Perumahan untuk Buruh Migran

“Panggul bisa terhubung dengan tujuh ecamatan sekaligus, dua kecamatan di Ponorogo, satu kecamatan di Pacitan dan empat kecamatan di Trenggalek. Sehingga Panggul sangat cocok untuk dikembangkan menjadi kota perdagangan dan jasa,” papar doktor lulusan Jepang tersebut.

Untuk mewujudkannya, Emil merenovasi kantor kecamatan yang merupakan gedung peninggalan Belanda menjadi cagar budaya. Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga dibangun guna mempercantik kecamatan paling selatan ini, serta dibangun sentra olahraga untuk kegiatan pemuda.

“Kami juga mendorong Puskesmas Panggul menjadi rumah sakit tipe D. Ini semua kita lakukan untuk Trenggalek. Tentunya kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat akan menjadi bahan rujukan saya untuk membawa Jatim ke arah lebih baik lagi,” pungkasnya.