Kemensos Siapkan 5.327 Relawan Psikososial

SAPA TAGANA: Mensos Khofifah Indar Parawansa menyapa relawan sosial Tagana yang menjadi bagian dari tim LDP dalam kegiatan Bimbingan Teknis Dukungan Psikososial di Jakarta, Rabu (17/5). | Foto: Ist

JAKARTA, Barometerjatim.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan terdapat 323 kabupaten dan kota di Indonesia yang rawan bencana alam. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara multikultural mambuat perbedaan seringkali memicu konflik sosial.

Mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan 5.327 personil Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Seluruh personil akan dilatih secara profesional sehingga memiliki integritas dan kompetensi yang mumpuni.

“Tim LDP ini mempunyai peranan yang penting ketika terjadi konflik sosial atau bencana alam,” tutur Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis Dukungan Psikososial di Jakarta, Rabu (17/5).

“5.327 relawan itu untuk merespon dampak psikologis dan trauma akibat bencana alam maupun konflik sosial.”

Mereka berasal dari relawan sosial seperti Pelopor, Tagana, Karang Taruna, PSM (Petugas Sosial Masyarakat), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Lembaga Kesejahteraan Sosial, serta berbagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang siap bergerak.

• Baca: Mensos: Jangan Ada Lagi Anak Seret Ibunya ke Pengadilan

“Konflik sosial lebih berjangka panjang jika tidak diantisipasi dengan seksama. Tidak saja menyebabkan hilangnya harta benda, tetapi juga jiwa, bahkan bisa menyebabkan hilangnya kebersamaan, persaudaraan dan persatuan serta trauma yang turun temurun,” papar Mensos.

Bencana sosial, lambahnya, akan merusak ikatan sosial, pranata adat/sosial sehingga menimbulkan ketidakpastian masa depan, menurunnya kepercayaan diri dan keputusasaan.

“Peristiwa bencana bisa membawa dampak besar terhadap kondisi fisik, emosi, pikiran dan tingkah laku sosial korban. Sehingga, pemberian dukungan psikososial sebaiknya dilakukan oleh tenaga-tenaga yang berkompeten dan memahami kearifan lokal,” jelasnya.

Pendekatan Spesifik

BIMTEK: Mensos Khofifah Indar Parawansa membuka kegiatan Bimbingan Teknis Dukungan Psikososial di Jakarta, Rabu (17/5). | Foto: Ist

LDP merupakan salah satu pendekatan spesifik yang dilaksanakan Kemensos. Dikatakan spesifik karena layanan ini mensyaratkan pendekatan dan intervensi secara profesional, yakni memadukan antara pendekatan psikologis dengan pekerjaan sosial yang diperuntukkan bagi korban yang mengalami trauma akibat bencana.

Pembentukan tim LDP berawal dari Rakornas BNPB pada 2015 yang membahas tentang klaster penanganan kebencanaan tugas Kemensos saat masa tanggap darurat. Kemensos, kata Khofifah, mendapat tugas untuk menyiapkan tempat pengungsian dan dukungan logistik.

“Saat itu saya usulkan untuka masa tanggap darurat dilakukan juga LDP. Alhamdulillah usul langsung diterima,” katanya.

• Baca: PKH Non Tunai Tembus Perbatasan Papua

“Akhirnya disepakati pada 2015 itu bahwa dalam masa tanggap darurat, Kemensos tidak hanya menyiapkan tempat pengungsian dan dukungan logistik tapi juga di saat yang sama diberikan layanan trauma healing, trauma konseling, atau LDP.”

Di lapangan, tambahnya, tugas tim LDP tidak hanya memberikan trauma healing pada anak-anak, tetapi juga pada orang dewasa serta kelompok rentan seperti lansia, difabel dan ibu hamil juga sering mengalami trauma, syok, stress dan depresi.