Kemelut Ansor Jatim, Muslih: Mundur via WA, Rudi Tak Gentle

KASIHAN ANSOR: Muslih HS menyayangkan Ansor Jatim dibiarkan terkatung-katung hanya karena urusan Pilgub. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
KASIHAN ANSOR: Muslih HS menyayangkan Ansor Jatim dibiarkan terkatung-katung hanya karena ketuanya sibuk urusan Pilgub. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kemelut di kepengurusan PW GP Ansor Jatim kian meruncing, menyusul manuver Rudi Triwahid yang mengembalikan mandat sebagai ketua lewat grup aplikasi chatting WhatsApp (WA).

“Mundur lewat WA, itu menunjukkan pemimpin yang tidak gentle. Kalau memang sudah tidak sanggup, ya membuat surat resmi,” kata mantan Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim, Muslih HS kepada Barometerjatim.com, Selasa (22/5).

“Kalau sudah tidak mau diperpanjang lagi, ya kirim surat resmi ke pusat (PP). Soal masih diakui atau tidak sebagai ketua, itu urusan lain. Dia masih ketua PW yang tidak punya SK, itu saja.”

• Baca: Rudi Jangan Keburu ‘Kabur’, Ansor Jatim Konferwil Dulu

Sebagai pimpinan organisasi di tingkat wilayah, lanjut Muslih, mestinya Rudi tahu mekanisme organisasi. Lagi pula, periodesasi habis sejak 26 Desember 2017 dan SK penunjukan berakhir 27 Februari 2018.

“Mau mengembalikan mandat ke siapa? Itu yang ambigu dan rancu. Mandat diserahkan ke siapa, dia sendiri sudah tidak pegang SK. Karena itu pilihannya diperpanjang lagi, di-caretaker atau secepatnya Konferwil,” jelasnya.

Namun yang paling memprihatinkan, tandas Muslih, organisasi sebesar Ansor Jatim yang memiliki anggota ratusan ribu bahkan mungkin jutaan, dibiarkan terkatung-katung hanya karena persoalan Pilgub Jatim.

• Baca: Wakil Ketua: Ansor Jatim Dibuat ‘Kendaraan’ Gus Ipul, tapi..

Apakah sudah nyata Rudi membawa Ansor Jatim untuk ‘kendaraan’ salah satu paslon? “Sudah terang-terangan kan. Contohnya saat menghadiri pengambilan nomor urut (memberi dukungan untuk Cagub Saifullah Yusuf) dengan memakai seragam Ansor,” katanya.

Wakil Sekretaris PW Ika-PMII Jatim tersebut menambahkan, “Itu kan nyata Ansor dipakai kendaraan untuk Pilgub, sampai-sampai organisasinya tidak terurus, persoalan SK-nya, hanya sibuk ngurusi Pilgub.”

Karena itu, menurut Muslih, paling ideal dan biar Ansor Jatim tak terkatung-katung, segera menggelar Konferwil merupakan solusi terbaik untuk semua pihak.•