Kemajuan ‘Tunggal Rogo Mandiri’ Butuh Peran Kepala Daerah

JAGA KOMITMEN: Emil Dardak bersama relawan Khofifah-Emil Tulungagung, Sabtu (28/4). Komitmen mengembangkan dan memajukan wilayah selatan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
JAGA KOMITMEN: Emil Dardak bersama relawan Khofifah-Emil Tulungagung, Sabtu (28/4). Komitmen mengembangkan dan memajukan wilayah selatan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Peran serta para kepala daerah sangat penting strategis, dalam pengembangan serta kemajuan wilayah selatan barat daya Jatim. Salah satu agenda pengembangan, yakni terkoneksinya Selingkar Wilis pada 2022.

“Komitmen ini hasil jerih payah enam kepala daerah Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri),” terang Cawagub Jatim nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak di hadapan relawan Khofifah-Emil Tulungagung, Sabtu (28/4).

Bupati Trenggalek (non aktif) itu menuturkan, komitmen keenam kepala daerah tersebut dimulai dengan pertemuan di Madiun bersama Bappenas, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, serta beberapa anggota DPR RI dari Dapil terkait.

• Baca: Ajak Arumi, Emil Blusukan di Tiga Pasar Tradisional Pacitan

“Kami berembuk membicarakan perkembangan Selingkar Wilis ke depan. Akhirnya disepakati Selingkar Wilis harus terkoneksi pada 2022,” ucapnya.

Selain Selingkar Wilis, tambah Emil, peran kepala daerah Tunggal Rogo Mandiri juga berdampak dibukanya ruang udara militer untuk penerbangan sipil. Hal ini untuk mengatasi ketimpangan antara utara dengan selatan Jawa. Hal lain yang juga diperjuangkan, yakni pelayaran perintis selatan Jawa.

“Jadi inilah faktanya, kepala daerah di selatan Jawa ini serius memperjuangkan kemajuan bersama di wilayahnya,” ungkap Emil yang juga wakil ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI) itu.

• Baca: Sapa Magetan, Emil Tawaran Solusi untuk Petani Bawang

Emil juga memperjuangkan kondisi jalan nasional raya Trenggalek-Tulungagung yang dulunya rusak menjadi nyaman untuk dilintasi.

Cara yang ditempuh untuk mewujudkan itu semua, Emil menjalin komunikasi intens dengan Dirjen PU maupun Balai Jalan Nasional. Bahkan dia membuat grup WhatsApp (WA) para Camat untuk bisa terus memantau kondisi jalan tersebut.