Keberagaman di Indonesia Jadi Contoh Dunia

PENDIDIKAN GLOBAL: Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr menjawab pertanyan wartawan tentang pendidikan global, Rabu (1/3). | Barometerjatim.com/AZIZ TRI P

Belajar tentang keberagaman, toleransi dan saling menghormati antar-umat beragama menjadi PR bagi negara seperti Indonesia dan AS. Seperti apa?

INDONESIA dinilai memiliki keberagaman budaya dan agama yang luar biasa, sehingga bisa menjadi contoh bagi seluruh dunia. Keberagaman tersebut juga sudah seharusnya menjadikan negara ini semakin kuat.

“Saya berharap, kita bersama-sama terus melanjutkan dan membina civil society, media yang hidup, peluang bagi kaum perempuan dan kelompok minoritas serta membina rasa saling menghormati antar-umat beragama,” kata Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, Rabu (1/3) siang.

Dubes Donovan memaparkan hal itu saat memberikan public lecture atau kuliah tamu di Unair Surabaya dengan tema ‘United States of America-Indonesia Partnership: Tackling Global Challenges with Global Education’ .

Dikatakannya, AS dan Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan sangat beragam. Meski tentu saja sejarahnya berbeda.

“Tapi saya yakin, kedua negara ini pada gilirannya berhasil untuk belajar tentang toleransi. Belajar mengenai rasa saling menghormati akan keberagaman dan rasa menghormati antar-umat beragama. Nilai toleransi dan rasa menghormati ini merupakan sumber dari kekuatan kita,” katanya.

Donovan yang tiba di Indonesia baru beberapa bulan lalu menyatakan, saat ini dirinya masih belajar banyak mengenai keberagaman yang luar biasa dari Indonesia.

“Saya melihat peran saya sebagai duta besar, yang berperan meningkatkan hubungan antar masyarakat di antara kedua negara kita. Entah itu kerjasama pendidikan, dengan meningkatkan jumlah pelajar atau mahasiswa Indonesia belajar ke AS atau mencari cara untuk mempermudah agar bisnis perusahaan AS bisa bekerja sama dengan bisnis-bisnis yang ada di Indonesia,” lanjut ia.

• Baca: Kampus Harus Kreatif dan Sedikit Bonek

Di sisi lain, Donovan yang dilantik sebagai Dubes AS untuk Indonesia pada 4 November 2016 lalu menyatakan, selama beberapa tahun terakhir, baik Kedubes AS di Jakarta maupun Konjen AS di Surabaya, bekerja sangat keras untuk meningkatkan jumlah pelajar dan mahasiswa asal Indonesia agar belajar di AS.

“Saat ini sudah ada 9.000 pelajar asal Indonesia yang belajar dengan tekun di ruang-ruang kelas di AS. Namun kami yakin, masih ada peluang untuk lebih banyak lagi. Tujuan kita adalah meningkatkan angka itu menjadi 15 ribu pelajar asal Indonesia pada 2020 mendatang,” katanya.

Dalam sesi dialog, Dubes Joseph R Donovan Jr pun dengan detail dan lugas menjawab sejumlah pertanyaan dari para hadirin.

KULIAH TAMU: Josep R Donovan Jr saat menyampaikan kuliah tamu di Unair, Surabaya. | Barometerjatim.com/AZIZ TRI P

Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan pendidikan internasional dan apa manfaatnya?
Pendidikan internasional, baik di AS maupun di negara lain, itu mengembangkan hubungan antar-manusia yang dibutuhkan untuk memecahkan tantangan-tantangan global. Anda memiliki keuntungan, untuk bisa masuk ke universitas-universitas di AS.

Di sini, ada American Corner yang melimpah dengan sumber daya mengenai budaya Amerika, bagaimana meningkatkan kemampuan Bahasa Ingrris, dan bagaimana belajar di AS. Ruang ini terbuka untuk semua mahasiswa.

Satu pertanyaan, mengapa harus study ke AS? Apa yang akan kita dapatkan di sana?
Saya sering menerima pertanyaan-pertanyaan yang berat, dari mahasiswa maupun pelajar mengenai bagaimana belajar di AS. Mengapa harus study di AS dan apakah aman belajar di AS? Pengalaman apa yang akan didapatkan?

Menurut saya, pelajar yang belajar di AS, pasti akan mendapatkan pengalaman unik. Jika belajar tekun, Anda akan mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi. Anda juga berkesempatan mengajarkan pada banyak keluarga AS mengenai Indonesia.

Bagaimana bisa membawa kemajemukan dan keberagaman di Indonesia untuk diperkenalkan di AS?
Gambarannya seperti ini. Menurut saya, AS dan Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan merupakan negara sangat beragam. Tentu saja sejarahnya berbeda. Tapi saya yakin, kedua negara kita pada gilirannya berhasil untuk belajar tentang toleransi. Belajar mengenai rasa saling menghormati akan keberagaman dan rasa menghormasi antar-umat beragama.

Saya percaya, nilai toleransi dan rasa menghormati satu sama lain merupakan sumber kekuatan kita. Inilah yang saya maksud mengapa kehadiran pelajar Indonesia di AS bisa membantu warga AS untuk memahami lebih banyak mengenai Indonesia, bahkan memahami lebih banyak mengenai Islam.