Kawal Suara Khofifah-Emil: 1 TPS, 1 Kiai Kampung

KAWAL SUARA KHOFIFAH-EMIL: Gus Fahrur, kawal suara Khofifah-Emil dengan menerjunkan minimal satu kiai kampung di setiap TPS. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
KAWAL SUARA KHOFIFAH-EMIL: Gus Fahrur, kawal suara Khofifah-Emil dengan menerjunkan minimal satu kiai kampung di setiap TPS. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah digedok KPU Jatim. 30.155.719 pemilih — terdiri dari 14.840.367 laki-laki dan 15.315.352 perempuan — bakal ramai-ramai menggunakan hak pilihnya di 67.644 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 8.497 kelurahan dan desa, serta 666 kecamatan pada 27 Juni mendatang.

Selain DPT, TPS menjadi tempat yang harus dikawal agar tidak terjadi pencurian dan manipulasi suara serta bentuk kecurangan lainnya. Belajar dari dua Pilgub Jatim sebelumnya (2008 dan 2013) banyak pelanggaran dilakukan di tempat ini, terutama TPS yang tersebar di desa terpencil.

Mengantisipasi hal tersebut, Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) siap mengerahkan barisan kiai kampung untuk mengawal suara pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, mulai dari TPS hingga rekapitulasi penghitungan suara di KPU Jatim.

• Baca: Catat! DPT Pilgub Jatim 30.155.719 Pemilih, 67.644 TPS

“Kami akan menurunkan minimal satu kiai kampung di setiap TPS di seluruh Jatim. 1 TPS 1 kiai kampung, karena struktur kiai kampung kan di seluruh desa di Jatim,” kata Koordinator Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) KH Fahrurrozi di Surabaya, Sabtu (21/4).

“Nanti setelah ke kecamatan kita turunkan dua kiai kampung, dan saat rekapitulasi di KPU Jatim, insyaallah seluruh kiai kampung yang struktural akan datang untuk mengawal. Kan kita ada kiai yang struktur dan kultural.”

Pengerahan kiai kampung mulai saat pemungutan suara tersebut dilakukan, tambah Gus Fahrur — sapaan akrab KH Fahrurrozi — untuk memantau Pilgub Jatim 2018 agar berjalan jujur, adil dan terbuka.

• Baca: Balik Dukung Khofifah-Emil, Gus Fahrur Pamit ke Kiai Mutawakkil

“Kalau ada kecurangan sedikit pun yang berpotesi untuk melanggar aturan Pemilu, maka saya berharap kiai kampung di tingkat desa segera melaporkan. Tapi saya berharap Pilgub sekarang ini lebi baik dari kemarin, lebih jujur, adil dan terbuka,” paparnya.

Dalam melakukan pengawalan suara, pengasuh Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan itu tidak berjalan sendiri tapi tetap berkoordinasi dengan para relawan dan Parpol pengusung Khofifah-Emil.

“Kami akan bersinergi dengan mereka, mulai dari desa, kecamatan sampai rekapitulasi di KPU Jatim,” tuntas Gus Fahrur sembari memekikkan takbir dan tagline Khofifah-Emil: Wis Wayahe!