Kawal Janji Kampanye, Politikus Golkar Siap Kritik Khofifah-Emil

SIAP KRITIK KHOFIFAH: Aan Ainur Rofiq, siap mengawal dan mengkritik Khhofifah-Emil dalam memimpin Jatim selama lima taun ke depan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SIAP KRITIK KHOFIFAH: Aan Ainur Rofiq, siap mengawal dan mengkritik Khhofifah-Emil dalam memimpin Jatim selama lima taun ke depan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Seluruh elemen pendukung, baik relawan maupun partai politik (Parpol) pengusung, siap mengawal pemerintahan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Jatim selama lima tahun ke depan. Tak terkecuali Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu Partai Golkar Jatim, Aan Ainur Rofiq.

Bahkan ketua PMII Cabang Surabaya periode 2002-2003 itu siap mengawal janji-janji kampanye Khofifah-Emil, serta tak segan mengkritik jika keduanya sampai keluar dari rel sembilan program percepatan kesejahteraan masyarakat Jatim: Nawa Bhati Satya.

“Bukan hanya mengawal. Saya juga akan menjadi orang nomor satu yang akan mengingatkan dan mengkritik jika keduanya bergerak di luar rel Nawa Bhakti Satya,” ungkap Aan usai menggelar tasyakuran kemenangan Khofifah-Emil di Surabaya, Jumat (27/7).

• Baca: Usung 42,5% Caleg Perempuan, Golkar Berharap Khofifah Effect

Menurut Aan, Nawa Bhakti Satya merupakan program luar biasa untuk menuju kesejahteraan masyarakat Jatim. Apalagi Khofifah sangat berpengalaman dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, dengan bukti sukses saat menjadi Menteri Sosial. Terlebih kali ini didampingi Emil yang ahli di bidang infrastruktur.

“Saya akan mengawalnya, dalam istilah PMII itu adalah sahabat. Jika sebagai sahabat setelah diingatkan tetap tidak bisa, maka kita akan menempuh seperti teman-teman pergerakan, kita akan melakukan aksi. Ini bentuk sayang kami kepada Khofifah sebagai sahabat,” paparnya.

• Baca: Di Lamongan, Khofifah Ajak Sarjana Berantas Kemiskinan

Sekadar tahu, Khofifah merupakan ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Surabaya pada 1986. Di masa Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, Iqbal Assegaf periode 1988-1991, Khofifah terpilih menjadi ketua Korp PMII Putri (Kopri).

Sementara terkait tasyakuran yang dilakukan dengan memotong seekor sapi, Aan menuturkan dirinya memang nazar. “Saya bernazar, apabila Khofifah-Emil terpilih, saya akan tasyakuran dan memotong sapi di Surabaya. Hari ini saya penuhi,” terangnya.

Tak Alergi Kritik

Sebelumnya, dalam banyak kesempatan, Khofifah juga menegaskan dirinya tak alergi kritik. Dia meminta seluruh elemen masyarakat agar tak segan untuk mengingatkan dan meluruskan, jika dalam kepemimpinanya nanti ada masalah dalam memberikan percepatan pembangunan.

“Luruskan! Ingatkan kami, jika kami ada masalah, yang mungkin kami tak bisa memberikan quick respons. Mohon doa restu dan kerjasama semuanya, mudah-mudahan ini akan menjadi kekuatan luar bisa di Provinsi Jatim yang akan datang,” katanya saat menghadiri tasyakuran di kediaman Ketua Tim Relawan wilayah Sidoarjo, Haji Masnuh di Waru, 15 Juli 2018.

• Baca: Ketum Golkar Harap Khofifah-Emil Akselerasi Industri di Jatim

Hal serupa juga disampaikan Khofifah di sela melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan tahap kedua Asrama Khodijah binti Khuwailid di Ponpes Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, 23 Juli 2018.

“Jika ada kesalahan mohon untuk menegur, dan sinergitas antara Pemprov terkait program-program pembangunan pesantren semoga berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.