Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kasus Aktif Covid-19 di Surabaya Turun Drastis, Dinkes: HAH Nol Pasien!

Berita Terkait

TURUN DRASTIS: Buah vaksinasi berjalan baik, Hotel Asrama Haji nihil pasien Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TURUN DRASTIS: Buah vaksinasi berjalan baik, Hotel Asrama Haji nihil pasien Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka persebaran kasus aktif Covid-19 di Kota Pahlawan. Hasilnya, sejak minggu kedua Maret 2022 hingga 12 April 2022, kasus Covid-19 mengalami penurunan sangat signifikan.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, berdasarkan data assessment situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam rentang waktu tersebut kasus konfirmasi Covid-19 di Surabaya berada di angka 53.93 persen per 100 ribu penduduk menjadi 6.76 per 100 ribu penduduk.

“Angka rawat inap RS mencapai 7.41 persen per 100 ribu penduduk menjadi 2.29 persen per 100 ribu penduduk, serta angka positif rate sebesar 8.36 persen menjadi 1.24 persen,” kata Nanik, Senin (18/4/2022).

Tak hanya itu, sejak 23 Maret 2022 penambahan kasus harian konfirmasi Covid-19 di Surabaya berada di bawah angka 100 (pasien). Lalu per 6 April-12 April 2022, penambahan kasus harian konfirmasi Covid-19 berada di bawah angka 50 pasien.

“Penyebab terjadinya penurunan kasus Covid-19 di Kota Surabaya adalah capaian program vaksinasi yang cukup baik. Yakni, capaian dosis primer maupun booster yang cukup signifikan, sehingga membentuk kekebalan tubuh masyarakat terhadap Covid-19,” jelas Nanik.

Selain itu, Dinkes Surabaya juga terus berupaya melakukan pembatasan aktivitas masyarakat. Mulai pembatasan mobilitas masyarakat antarwilayah di Indonesia hingga luar negeri untuk meminimalisir potensi terjadinya penularan Covid-19.

“Hal ini dinilai efektif untuk menurunkan penularan Covid-19 di masyarakat dengan terus dilakukan dievaluasi setiap dua pekan, serta melakukan pengawasan prokes untuk memastikan kedisiplinan masyarakat,” paparnya.

Meski terjadi penurunan kasus aktif Covid-19, Dinkes tetap konsisten dengan upaya yang dilakukan selama ini untuk menurunkan risiko penularan kasus. Khususnya di ruang lingkup keluarga, tempat kerja, tempat belajar, dan lingkungan masyarakat.

“Mulai penerapan prokes di setiap bidang seperti keagamaan, pendidikan, industri, dan transportasi secara terintegrasi dengan pengawasan ketat. Kemudian, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam mengakses tempat-tempat umum dan layanan publik,” terangnya.

Nanik menambahkan, upaya untuk menurunkan resiko penularan kasus Covid-19 yakni dengan melaksanakan surveilans aktif secara berkala. Khususnya pada closed population, yakni tempat kerja, sekolah, hotel, dan mal setiap bulan.

Lalu melaksanakan assessment dan mitigasi terhadap tempat-tempat umum, pelaksanaan perayaan atau acara yang melibatkan peran Satgas Covid-19, serta tetap mengoptimalkan peran Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo dalam melakukan pengendalian kasus Covid-19.

“Hasilnya, per 12 April 2022 tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di Hotel Asrama Haji (HAH). Nihil atau tidak ada pasien,” pungkas Nanik.

» Baca berita terkait Virus Corona. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -