Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kartu KIS ‘Dibuang’, Pemkot Surabaya Cek Data Warga

Berita Terkait

TANGGUNG JAWAB JNE: Inilah ratusan KIS milik warga Surabaya yang ‘dibuang’ di sungai Desa Gandusari, Kabupaten Blitar. | Foto: Ist
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya merespons cepat temuan 143 Kartu Indonesia Sehat (KIS) di sungai Desa Gandusari, Kabupaten Blitar. Pendataan ulang akan dilakukan untuk memastikan warga yang sudah terdaftar, apakah sudah menerima KIS atau belum.

“Kemudian datanya resmi atau tidak? Nanti kita cek dan koordinasikan dengan teman-teman di lapangan,” terang Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Politikus PDIP tersebut juga memastikan, kalau persoalan KIS ini sudah disosialisasikan pihaknya hingga kelurahan. Sebab, data penerima KIS atas usulan Pemkot ke pemerintah pusat.

• Baca: Terjang Aturan, Disdag Surabaya Tak Cabut Izin 3 Pasar

“Makanya kita akan lihat datanya. Apakah warga yang belum menerima itu sudah mendapatkan penggantinya, atau memang data terbuang tersebut karena salah pengiriman,” ucapnya.

Sementara Ketua Komisi D (bidang Kesra) DPRD Surabaya, Agustin Poliana menduga ratusan KIS atas nama warga Surabaya  itu terjatuh dan hanyut ke sungai.

Kemungkinan itu bisa terjadi lantaran pendistribusian KIS ke penerimanya dilakukan melalui kantor pos serta jasa pengiriman seperti JNE. “Tidak menutup kemungkinan kan kalau kartu itu jatuh lalu terbawa arus,” duga Agustin.

• Baca: Sistem Pengelolaan SMA/SMK di Jatim Buka Ruang Pungli

Terkait data warga Surabaya penerima KIS, Agustin menyebut diambil berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). “Kami akan melakukan pengecekan terkait ratusan KIS yang ditemukan di Blitar tersebut,” katanya.

Selain itu, komisi D juga akan menanyakan masalah ini ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya segera mungkin. “Sebab KIS ini bagi masyarakat miskin merupakan kebutuhan yang tak bisa ditunda,” tandasnya.

Tanggung Jawab JNE

Sebelumnya Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VII Jatim, Handaryo minta JNE sebagai pihak pendistribusian kartu bertanggung jawab.

“Sudah kami cek. Dari daftar nama-nama (di kartu JKN-KIS) yang ditemukan di Blitar masuk dalam daftar delivery JNE,” katanya.

• Baca: Pemprov: Kelola Terminal Tipe B, Pemkot Langgar UU

Handaryo menerangkan, ada beberapa vendor dari pihak ketiga yang melakukan distribusi kartu JKN-KIS hingga ke end user, salah satunya JNE. Kontrak dengan vendor tersebut diteken di BPJS kantor pusat.

Namun JNE tidak selalu mengirim kartu KIS hingga ke pengguna sesuai alamat masing-masing di wilayah Kota Surabaya. “Tergantung masing-masing daerah,” jelasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -