Kapolda Beri Apresiasi ‘Selangit’ untuk Tim Anti Bandit

PENGHARGAAN: Tim Anti Bandit, dalam tempo satu bulan berhasil mengungkap 102 kasus kejahatan jalanan di Kota Surabaya.

SURABAYA, Barometerjatim.com – Apresiasi tinggi diberikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin atas prestasi Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Baru sebulan dibentuk, tim ini sukses membekuk ratusan pelaku kejahatan jalanan.

Tak sebatas apresiasi, tim yang dilahirkan pada 3 Februari 2017 itu juga mendapat penghargaan khusus dari kapolda. “Dalam tempo satu bulan saja, mereka berhasil mengungkap 102 kasus kejahatan jalanan di Kota Surabaya,” kata Machfud didampingi Kaolrestabes Surabaya, Kombes Pol Moh Iqbal, Senin (6/3).

Kasus yang dimaksud Kapolda di antaranya perampasan motor dan jambret dengan total jumlah tersangka mencapai 45 orang. Dua di antaranya suami istri (pasutri), satu pasutri diketahui sebagai penadah dan satu lagi pelaku curanmor.

“Dari 45 pelaku ini ada 33 orang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian (DPO) dan residivis yang sering keluar masuk penjara atas kasus serupa,” sambung Machfud.

Sebagian dari tersangka juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas — setelah tiga kali peringatkan tak diindahkan — karena berusaha melawan petugas dan berusaha kabur.

• Baca: Mengenal Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes

Tim Anti Bandit yang beranggotakan 43 personel yang dikomandoi Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga ini memiliki tujuh rayon wilayah, yaitu Rayon 1 membawahi Polsek Bubutan; Tambaksari dan Simokerto.

Rayon 2 membawahi Polsek Genteng, Sawahan, Tegalsari dan Wonokromo; Rayon 3 membawahi Polsek Gubeng, Mulyorejo dan Sukolilo; Rayon 4 membawahi Polsek dukuh Pakis, Sukomanunggal dan Tandes.

Lalu Rayon 5 membawahi Polsek Gayungan, Jambangan, Karang Pilang dan Wiyung; Rayon 6 membawahi Polsek Wonocolo, Rungkut dan Tenggilis Mejoyo dan Rayon 7 membawahi Polsek Lakarsantri, Pakal dan Benowo.