Kapasitas BPD di Lamongan Dipacu Jelang Pilkades Serentak

Pemkab Lamongan gembleng kepala BPD jelang Pilkades serentak. | Foto: Barometerjatim.com/hamim anwar
Pemkab Lamongan gembleng kepala BPD jelang Pilkades serentak. | Foto: Barometerjatim.com/hamim anwar

LAMONGAN, Barometerjatim.com – September tahun ini, 385 desa di Kabupaten Lamongan akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Pemkab Lamongan pun mengumpulkan kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk memberikan pembekalan dan peningkatan kapasitas.

“Tahun ini kan ada momen Pilkades serentak di Lamongan, jadi kegiatan ini dilaksanakan lebih awal dari jadwal perencanaan, karena dalam Pilkades nanti yang punya gawe itu kan BPD,” terang Kabag Administrasi Pemerintahan Desa Pemkab Lamongan, Abdul Khowi usai pembekalan di Gedung Bhineka Karya Pemkab Lamongan, Kamis (28/3/2019).

Menurut Khowi, kegiatan fasilitasi peningkatan kapasitas anggota BPD kali ini hanya diikuti para ketua BPD. “Untuk anggota BPD lainnya menunggu agenda berikutnya secara bergilir,” katanya.

Sejumlah materi diberikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya tentang pelaksanaan Pilkades serentak, penyusunan produk hukum desa, serta materi penyelarasan program Desaku Pintar.

“Jadi anggota BPD harus memahami bagaimana Pilkades berjalan dengan lancar. Bagaimana menyusun produk hukum desa, termasuk menyelaraskan program pemerintah daerah melalui regulasi yang ada di desa,” terangnya.

Program Desaku Pintar

Sementara materi Desaku Pintar yang menjadi program unggulan di Lamongan, disampaikan Asisten I Tata Praja Pemkab Lamongan, Heruwidi. “Program Desaku Pintar itu untuk mengukur tingkat kemajuan desa melalui sembilan tatanan unggulan,” katanya.

Sembilan tatanan unggulan desa tersebut, yakni pemberdayaan ekonomi pedesaan, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan literasi, serta tatanan pariwisata, seni budaya dan olahraga.

“Selanjutnya ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan, keluarga sadar hukum, pelayanan publik, Kampung Lamongan Green and Clean (LGC) dan penguasaan teknologi informasi,” jelasnya.•

» Baca Berita Terkait Pemkab Lamongan