Kang Yoto Tak Menutup Diri untuk Dampingi Khofifah

PELAYAN RAKYAT: Mensos Khofifah Indar Parawansa didampingi Kang Yoto (kanan) dan Kepala Dinas Sosial Jatim, Sukesi (kiri) usai Penyaluran Bansos Non Tunai PKH di Pendopo Kabupaten Bojonegoro. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA MANGGALANA

BOJONEGORO, Barometerjatim.com – Bupati Bojonegoro, Suyoto atau yang akrab disapa Kang Yoto hanya terkekeh saat ditanya soal sinyal DPP PAN — lewat Wakil Sekjen Kuswiyanto — yang akan menduetkan dirinya dengan Mensos Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018. “He.. he.. Tanya sama yang ngomong-lah,” katanya.

Sebelumnya, saat memberi sambutan dalam acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Minggu (5/3), Kuswiyanto meminta ibu-ibu penerima PKH agar mengingat-ingat wajah Khofifah dan Kang Yoto. Tak sekadar wajah juga keduanya yang duduk bersebelahan.

“Ibu-ibu nggak lupa ya dengan wajah Bu Menteri Sosial, Bu Khofifah,” kata Kuswiyanto yang disambut koor jawaban, “Tidak..!!” Tak berhenti di situ, Kuswiyanto juga menegaskan kalau yang duduk di samping Khofifah adalah Kang Yoto.

“Diingat-ingat ya, wajah Bu Menteri Sosial, Bu Khofifah yang sekarang duduk berdampingan dengan Kang Yoto, bupati Bojonegoro. Duduknya berdampingan lho ya, diingat-ingat ya ibu-ibu.”

“Politisi itu nggak pernah menutup diri. Apalagi 2018 saya sudah pensiun. Kan saya ini tenaga kontrak jadi bupati, kalau tiba-tiba rakyat ngontrak untuk yang lain saya pasti siap.”

Meski tak mau menerjemahkan apa yang maksud Kuswiyanto, Kang Yoto menegaskan sebagai politisi dirinya tidak akan menutup diri, termasuk jika ada yang mendorongnya maju atau menduetkannya dengan Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

“Politisi itu nggak pernah menutup diri. Apalagi 2018 saya sudah pensiun. Kan saya ini tenaga kontrak jadi bupati, kalau tiba-tiba rakyat ngontrak untuk yang lain saya pasti siap,” katanya di rumah dinas bupati Bojonegoro.

Jadi Kang Yoto siap mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2018?

“Saya nggak pernah menutup diri, kan publik yang menilai, yang melihat. Selama belum pensiun semua kemungkinan bisa terjadi, kecuali saya memutuskan akan langsung berhenti dari seluruh jabatan publik dan kerja politik. Saya selalu punya filosifi akan berhenti kerja politik setelah nggak laku,” paparnya.

• Baca: Wasekjen PAN: Khofifah Layak Diberi Amanat Jadi Gubernur

Dia juga berterima kasih jika ada yang menilai dirinya berhasil selama hampir dua periode memimpin Kabupaten Bojonegoro. “Tapi tugas saya saat ini bekerja untuk rakyat. Tentu ini memberikan pengalaman, pengetahuan banyak hal buat saya di Bojonegoro ini,” katanya.

Namun dia kembali menegaskan tugasnya hari ini menjadi bupati dan melayani rakyatnya. “Saya senang rakyat saya ikut bahagia ketemu Bu Menteri Sosial dan dapat pelayanan yang baik. Itu saja. Bahagia saya dengan itu,” tandasnya.

“Kalau untuk itu (Pilgub Jatim 2018), nantilah masih jauh. Saya sekarang konsentrasi di sini jadi pelayan dulu. Kalau apa yang saya lakukan tiba-tiba menarik buat orang lain kan bukan sekarang, nanti dulu, sebentar lagi dan saya tak menutup diri,” katanya sembari mengulang kata-kata tak menutup diri.