Kandidat Ketua IPNU Jatim: Konferwil Ajang Tarung Gagasan

KANDIDAT KETUA IPNU JATIM: Ahmad Wasil, kandidat ketua IPNU Jatim pada Konferwil di Banyuwangi, 3-5 Agustus 2018. | Foto: IST
KANDIDAT KETUA IPNU JATIM: Ahmad Wasil, kandidat ketua IPNU Jatim pada Konferwil di Banyuwangi, 3-5 Agustus 2018. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Nahdlatul Ulama (NU) Jatim dan Banomnya ‘musim Konferwil’. Selain PWNU dan PW GP Ansor, IPNU Jatim juga akan menggelar Konferwil ke-21 di Kabupaten Banyuwangi, 3-5 Agustus 2018.

Beda dengan PWNU dan Ansor, soal kandidat ketua, Banom pelajar NU itu jauh lebih semarak. Setidaknya hingga kini sudah lima nama bertebaran. Yakni Ahmad Wasil (Sumenep), Choirul Mubtadi’in (Blitar), Fahrizal Mu’afi (Sidoarjo), Khoirul Imam (Kraksaan, Probolinggo) dan Moh Yahya Muzakki (Banyuwangi).

Dari kelima nama tersebut, Ahmad Wasil terbilang kandidat terkuat. Meski dijagokan, Wasil tak mau terfokus pada pencalonan ketua, karena baginya Konferwil merupakan moment menjalin silaturahmi antarkader IPNU.

• Baca: Gus Aam di Antara Sahabat dan Adik Kandung

Selain itu, Konferwil menjadi ajang konsolidasi gagasan demi merumuskan strategi dalam merespons tantangan pelajar ke depan. “Yang paling penting, Konferwil harus menjadi pemersatu antara kader IPNU,” katanya di Surabaya, Kamis (26/7).

Wasil juga mengajak semua kader agar semakin solid dalam membangun sinergi, baik di antara kader IPNU, Banom di lingkungan NU, maupun elemen di luar NU, karena dalam mewujudkan cita-cita diperlukan kebersamaan.

“Tak ada keberhasilan dari sebuah perjuangan tanpa adanya sinergi, dan kebersamaan mewujudkan cita-cita yang sama,” tegas ketua PC IPNU Sumenep periode 2015-2017 itu.

Ruang Konsolidasi

Dia berharap, seluruh kader IPNU di Jatim memamfaatkan Konferwil sebagai ruang konsolidasi, serta pertarungan gagasan dalam menyikapi berbagai problematika serta isu di kalangan pelajar.

Dengan demikian, lanjutnya, akan lahir gagasan-gagasan brilian dari kader IPNU dari arena Konferwil. Menurutnya, sebagai organisasi kader, IPNU harus mampu membaca permasalahan kaderisasi, sehingga mampu mencetak kader militan yang moderat.

• Baca: Ika Ansor Jatim Tolak Ketua PWNU Lebih dari Dua Periode

“IPNU adalah basis terdepan kaderisasi warga NU di tingkat pelajar. Kondisi IPNU hari ini adalah cermin masa depan NU,” tandasnya.

Hal terpenting lainnya, yakni terciptanya kader IPNU yang berdaya saing di tengah pertarungan global, terutama menghadapi revolusi industri 4.0 yang berimplikasi pada perubahan besar hampir di segala aspek kehidupan.

“Dan leader IPNU harus menjadi motor terdepan dalam mengawal perubahan tersebut,” pungkasnya.