Kadindik Jatim Siap Dicalonkan Tak Mau Mencalonkan

SIAP DICALONKAN: Saiful Rachman bersama Mensos Khofifah Indar Parawansa saat acara Gebyar Prestasi Al Qur’an Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah (YTPSNU) Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lima nama birokrat Pemprov disebut Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur berpotensi maju sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) pada Pilgub Jatim 2018.

Mereka yakni Wahid Wahyudi (kepala Dinas Perhubungan), Nurwiyatno (kepala Inspektorat), Fatah Yasin (Kepala Bappeprov), Heru Tjahjono (kepala Dinas Perikanan dan Kelautan) serta Hadi Prasetyo (pensiunan Asisten II Sekdaprov Jatim Bidang Ekonomi Pembangunan, sekarang Komisaris PT SIER).

Di luar kelima nama tersebut, muncul nama lain yang tak kalah potensial yakni Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Saiful Rachman. Apa komentar Saiful?

“Sebagai warga negara Indonesia dan Jatim, pada prinsipnya kalau memang dibutuhkan masyarakat kami siap untuk mengabdi, prinsipnya itu,” katanya di sela acara Gebyar Prestasi Al Qur’an YTPSNU Khadijah Surabaya, pekan lalu.

“Sebagai warga negara Indonesia dan Jatim, pada prinsipnya kalau memang dibutuhkan masyarakat kami siap untuk mengabdi.”

Tapi untuk mencalonkan, Saiful menegaskan tidak. “Saya pada prinsip, kalau masyarakat membutuhkan saya dan (bakal Cagub) menggandeng saya untuk berupaya, berbuat maksimal untuk Jatim kami siap selaku warga negara. Tapi untuk mencalonkan tidak,” tandasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jatim Soekarwo mempersilakan sejumlah birokrat di lingkungan Pemprov yang berniat maju di Pilgub Jatim 2018. Meski demikian, Pakde Karwo — sapaan akrabnya — mengingatkan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum bisa mencalonkan diri.

“Konsekuensinya mereka harus mengundurkan diri dari PNS. Kalau birokrat aktif masih punya jaringan dan akses, kalau pensiun sepertinya susah. Ini sama halnya seorang jenderal bintang empat tapi pensiun,  dibandingkan jenderal bintang dua tapi masih aktif. Mereka masih punya rantai komando,” cetusnya.

• Baca: Jika Khofifah Maju, Risti Tagor Siap Jadi Jurkam

Pakde Karwo yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu pun menyarankan bagi para birokrat yang ingin maju dalam Pilgub, hendaknya menempatkan diri di posisi Cawagub. Andaipun telah mendeklarasikan diri sebagai Cawagub namun tidak ada yang mengajak gabung, lebih baik tidak terlalu memaksakan.

“Lihat orangnya mungkin bagus, tapi kalau hasil survei 0,2 ya tidak bisa. Atau orangnya kurang bagus, tapi disukai masyarakat juga bisa. Dua hal ini penting dalam demokrasi, dikenal dan kredibel. Makanya harus lihat survei agar semuanya terukur dengan baik,” tegasnya.