Jumpa Saat Takziah, Khofifah Sapa Astutik: Eh, Ada Bu Wabup!

 BERTEMU SAAT TAKZIAH: Khofifah jumpa Dwi Astutik saat takziah ke rumah duka almarhumah Nyai Hj Azah As’ad. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAKZIAH: Khofifah jumpa Dwi Astutik saat takziah ke rumah duka almarhumah Nyai Hj Azah As’ad. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

JOMBANG, Barometerjatim.com – Ada yang menarik perhatian saat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa takziah ke rumah duka almarhumah Nyai Hj Azah As’ad di kompleks Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Jumat (23/10/2020) malam.

Waktu berjumpa Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo, Dwi Astutik yang juga wakil sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Khofifah yang juga ketua umum PP Muslimat NU memberi sapaan penyemangat.

“Eh, ada Bu Wabup!” katanya sambil tersenyum, yang disambut Astutik dengan senyum pula sembari mengatupkan kedua tangannya tanda memberi hormat.

Seperti diketahui, Astutik maju di Pilbup Sidoarjo berpasangan dengan Cabup Kelana Aprilianto. Keduanya diusung PDIP dan PAN, serta didukung Parpol non kursi (Partai Hanura, PSI, PKPI, Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Garuda) dan Parpol yang akan ikut Pemilu 2024, Gelora Indonesia.

Malam itu Astutik datang ke rumah duka didampingi  ketua tim pemenangannya, Haji Masnuh yang juga ketua tim pemenangan Khofifah-Emil Dardak saat Pilgub Jatim 2018 untuk wilayah Sidoarjo. Sedangkan Khofifah dan rombongan datang setengah jam kemudian.

Ditanya terkait sapaan Khofifah tersebut, Astutik melihat hal itu sebagai penyemangat dirinya yang tengah berikhtiar positif untuk membangun Sidoarjo lebih baik lagi.

“Peyemangat untuk saya, tentu itu penyemangat ya. Sapaan beliau begitu renyah, sehingga kita merasa mendapatkan semangat dengan sapaan itu,” katanya kepada Barometerjatim.com, Sabtu (24/10/2020) malam.

Sapaan itu, sambung Astutik, “Penuh keakraban, penuh gelora semangat untuk menguatkan diri sebagai perempuan yang tentunya ingin lebih bermanfaat bagi negeri ini, terutama Sidoarjo, sesuai dengan wilayah kerja masing-masing.”

Selebihnya, Astutik berharap bisa membantu Khofifah dalam menguatkan Jatim. “Beliau memang tokoh luar biasa untuk Jatim, dan beliau insyaallah melihat kehadiran saya kan juga ikhtiar positif untuk Sidoarjo lebih baik lagi,” ucapnya.

“Maka saya melihat, ada semangat untuk menyemangati kami selaku kader NU. Beliau perempuan dan dan saya perempuan yang Muslimat NU, sehingga ingin bersama-sama menguatkan Jatim melalui Sidoarjo,” tandas Astutik.

Turut Berbela Sungkawa

KELUARGA NU: Khofifah, Dwi Astutik, dan Gus Hans di rumah rumah duka almarhumah Nyai Hj Azah As’ad. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KELUARGA NU: Khofifah, Dwi Astutik, dan Gus Hans di rumah rumah duka almarhumah Nyai Hj Azah As’ad. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara terkait kehadiranya di rumah duka, Astutik merasa kehilangan dengan kepergian Nyai Hj Azah, sosok ibu nyai yang memiliki Ponpes besar dengan banyak santri yang berkiprah di berbagai bidang.

“Sehingga kami ikut berbelasungkawa kepada ibunda Gus Hans (Zahrul Azhar Asumta). Selaku calon wakil bupati Sidoarjo dan atas nama Pak Kelana, kami mengucapkan berbela sungkawa,” katanya.

Insyaallah khusnul khatimah, atas semua yang beliau ikhtiarkan untuk mendidik generasi bangsa ini, para santri,” tuntas Astutik.

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo, Muslimat NU