Jelang Di-launching, Transaksi e-Peken Surabaya Capai Rp 2,4 M!

PEKEN: Aplikasi belanja online "Peken" akan diluncurkan Pemkot Surabaya Minggu (31/10/2021). | Foto: Barometerjatim.com/IST
PEKEN: Aplikasi belanja online “Peken” akan diluncurkan Pemkot Surabaya Minggu (31/10/2021). | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Siap-siap! Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan me-launching aplikasi “Peken” (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo), Minggu (31/10/2021), bertepatan dengan event Surabaya Fashion Week (SFW)  di Grand City Mal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Muhammad Fikser menuturkan, aplikasi belanja online ini dapat diinstal di handphone berbasis android untuk memilih produk-produk berkualitas karya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Pahlawan.

Menariknya, jelang diluncurkan aplikasi ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari toko kelontong dan UMKM, bahkan membukukan transaksi Rp 2,3 miliar dan per hari ini meningkat menjadi Rp 2,4 miliar.

“Saat ini yang telah tergabung totalnya menjadi 277 toko kelontong dan UMKM. Saya harap bukan hanya 277 ini, siapa saja masyarakat Surabaya bisa mendaftarkan diri untuk memasarkan produknya,” katanya, Jumat (29/10/2021).

Fikser menjabarkan, aplikasi ini memiliki dua fitur utama di dalamnya. Pertama, Toko Kelontong. Dalam fitur ini, masyarakat dapat memilih berbagai kebutuhan pokok mulai beras, gula, minyak dan lain sebagainya. Kedua, UMKM. Di fitur ini ada beberapa pilihan produk antara lain berupa kraf, fashion, dan kuliner.

“Jadi masyarakat tinggal pilih saja. Ini kan seperti marketplace pada umumnya, tinggal pilih sesuai kebutuhan, klik masukkan ke keranjang, konfirmasi ke penjual, setelah itu pembeli transfer,” jelasnya.

Selain itu, tambah Fikser, yang membuat beda Peken Surabaya dengan aplikasi toko daring lainnya yakni tidak ada bank penengah antara penjual dan pembeli. Ini akan membuat penjual dan pembeli merasa lebih aman dan nyaman ketika transaksi. Cara ini juga berguna untuk meminimalisir salah transfer.

Pemerintah sebagai penengah kalau ada troubel di level bawah, kita yang selesaikan. Maka dari itu, supaya orang merasa aman dan nyaman ketika transaksi, kita lakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap toko yang akan mendaftarkan diri di Peken Surabaya,” jelasnya.

Dilengkapi QR Code

RP 2,4 MILIAR: Muhammad Fikser, aplikasi Peken bukukan transaksi Rp 2,4 miliar jelang peluncurkan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
RP 2,4 MILIAR: Muhammad Fikser, aplikasi Peken bukukan transaksi Rp 2,4 miliar jelang peluncurkan. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Masih soal transaksi, lanjut Fikser, pada aplikasi ini juga disediakan fitur pembayaran QR code untuk seluruh perbankan yang ada. Selain itu, setiap transaksi juga akan mendapatkan report laporan yang nantinya digunakan untuk bahan evaluasi pegiat UMKM.

“Nanti bakal ketahuan UMKM mana saja yang perlu mendapat pembinaan bagi yang pasarnya kurang. Itu nantinya akan dapat intervensi dari pemerintah, seperti membantu manajemen keuangannya dan bantu pemasaran juga. Jadi ada semacam bintang untuk penilaian produknya dari customer, diharapkan ada untungnya bagi UMKM yang bergabung,” paparnya.

Fikser berharap, aplikasi Peken Surabaya bukan sekadar memudahkan masyarakat dan UMKM Surabaya, tetapi juga memudahkan wisatawan yang datang ke kota ini ketika akan membeli oleh-oleh.

“Nah, wisatawan sekarang lebih mudah kalau cari oleh-oleh. Makanan khas Suroboyo itu cari di mana sih? Ya tinggal akses Peken Surabaya ini,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya