Jelang Coblosan, Milenial Pro Eri-Armuji Lawan Politik Uang!

PILWALI SURABAYA: Milenial Karsa pro Eri Cahyadi-Armuji tolak dan awasi politik uang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Milenial Karsa pro Eri Cahyadi-Armuji tolak dan awasi politik uang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Elemen pendukung Eri Cahyadi-Armuji, Kita Arek Surabaya (Karsa), mendeklarasikan gerakan tolak politik uang di Buro Cafe, Jalan Sumatra Surabaya, Sabtu (5/12/2020) malam.

Ketua Karsa, Arderio Hukom menuturkan, komunitasnya yang berisi generasi milenial Surabaya menolak politik uang jelang coblosan Pilwali Surabaya, 9 Desember mendatang.

“Anak-anak Surabaya ini, ingin memastikan dan menjaga suara Surabaya agar tidak dapat dibeli,” tegas Arderio kepada wartawan usai nonton bareng (nobar) debat pamungkas Pilwali Surabaya 2020.

Menurut Arderio, suara generasi milenial Surabaya tidak bisa dibeli dengan uang saat Pilkada serentak. Sehingga, anggota komunitas ini akan mengawasi jalannya proses pencoblosan.

“Milenial Surabaya akan mengawasi dari hal terkecil. Mulai dari rumah, kita berangkat ke TPS, serta mengedukasi masyarakat dan sekitarnya, bahwa kita harus berani menolak politik uang. Kalau anak muda zaman sekarang bilang berani sliding politik uang,” paparnya.

Sebagai wadah kreativitas anak muda Surabaya, lanjut Arderio, Karsa bersama Eri-Armuji (Erji) tak sebatas menggelar nobar debat, tapi juga mengadakan deklarasi anti money politics.

“Adanya politik uang ini dapat berpotensi untuk menghasilkan pemerintah yang korup di kemudian hari. Maka Karsa bersama Erji  mendeklarasikan perlawanan terhadap politik uang menjelang Pilkada Surabaya,” ucapnya.

Berbagi Elemen Milenial

SUARA MILENIAL SURABAYA: Arderio Huko, anak muda Surabaya beranu sliding politik uang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SUARA MILENIAL SURABAYA: Arderio Huko, anak muda Surabaya beranu sliding politik uang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Acara nobar dan deklarasi ini turut dihadiri berbagai komunitas anak muda Surabaya. Di antaranya Surabaya Berenerji, Arek Enom Surabaya, Enerji Satu Kasih, Komunitas Mobil Begundals, Taruna Merah Putih, Komunitas Warung Kopi, Sepak Bola Hore, musisi, serta beberapa perwakilan dari anak muda lainnya.

Di sisi lain, setelah melihat tayangan langsung debat Pilwali Surabaya dan delapan lembaga survei memenangkan Eri-Armuji, Karsa semakin percaya diri mengajak anak muda lainnya untuk menggunakan hak pilihnya agar tidak golput.

“Anak-anak muda sekarang ada yang apatis terhadap politik atau Pilwali, mungkin tidak tertarik. Jadi, kami percaya diri melihat hasil itu banyak anak-anak muda menentukan pilihannya ke Erji,” ujar Arderio.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya