Janjikan Pakde Karwo Menteri, Demokrat Soroti Etika Gus Choi

SOLID BERSAMA DEMOKRAT: Jansen Sitindaon (kiri) bersama Susilo Bambang Yudhoyono. Pakde Karwo tetap solid bersama Demokrat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BUKAN MODEL MI INSTAN: Jansen Sitindaon (kiri) bersama Susilo Bambang Yudhoyono. Ingatkan Nasdem jangan bangun partai model mi instan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem, Effendy Choirie yang menjanjikan Soekarwo alias Pakde Karwo kursi menteri jika mau bergabung dengan Nasdem direspons Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Bahkan secara khusus, Jansen menyoroti etika Gus Choi — sapaan Effendy Choirie — terkait etika politik hubungan kepartaian. “Secara etika politik hubungan kepartaian, tak beretika Gus Choi (sapaan Effendy Choirie) ini,” tandas Jansen saat dihubungi Barometerjatim.com, Rabu (22/8).

“Sungguh tak ada etikanya. Masak kader partai lain dia tarik-tarik masuk ke partainya, dan itu disampaikan di ruang publik yang terbuka luas, dengan imingan tawaran jabatan,” tambahnya.

• Baca: Mau Pindah ke Nasdem? Kursi Menteri Menanti Pakde Karwo

Hal itu, kata Jansen, sekaligus membuktikan kalau Nasdem memang partai yang kurang kader berkualitas. Sehingga dengan segala cara dan tawaran, ingin ‘mentransfer’ kader Demokrat.

“Kalau membangun partai itu ya mbok jangan model mi instan ginilah. Malu dan tidak sehat Demokrasi kita jadinya,” katanya.

Seharusnya, papar Jansen, “Mulailah dari bawah, beli terigunya, adon tepungnya, jadikan mi yang baik baru masak. Bukan mi yang sudah jadi dibuat partai lain, rakus melihatnya, langsung mau diambil dan dimakan.”

• Baca: Nasdem Siapkan Karpet Merah untuk Pakde Karwo

Tak hanya itu, alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu juga mengingatkan Gus Choi, jangan karena sekarang Nasdem menjadi bagian dari penguasa, lantas seenaknya mau merebut kader partai lain.

“Kami mengingatkan saja, awas nanti hal yang sama juga akan menimpa partaimu ketika kalian tidak berkuasa lagi,” katanya.

“Ingatlah hukum tabur tuai, Gus. Apa yang kalian tabur dan lakukan hari ini pasti akan kalian tuai juga hal yang sama, atau bahkan lebih parah di kemudian hari.”

Tetap Bersama Demokrat

LOYAL DENGAN DEMOKRAT: Pakde Karwo tetap bersama Demokrat, tidak akan pindah ke Nasdem meski dijanjikan kursi menteri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
LOYAL DENGAN DEMOKRAT: Pakde Karwo tetap bersama Demokrat, tidak akan pindah ke Nasdem meski dijanjikan kursi menteri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Jansen pun memastikan kalau Soekarwo tetap solid bersama Demokrat. Apalagi dua minggu lalu sudah bertemu langsung dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Kuningan, Jakarta.

“Saya kira pasca pertemuan dengan Pak SBY tersebut, polemik terkait benar tidaknya Pakde Karwo pindah ke Nasdem sudah selesai ya. Beliau akan tetap di Demokrat,” tegasnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, Nasdem lewat Gus Choi terus membujuk Ketua DPW Partai Demokrat Jatim, Soekarwo, bahkan menjanjikan kursi menteri di kabinet Jokowi mendatang jika mau pindah ke Nasdem.

• Baca: Makin Panas! Anak Buah SBY ‘Serang Balik’ Bambang DH-PDIP

“Pakde kalau masuk Nasdem jadi menteri itu, menterinya Pak Jokowi. Kita masih menunggu kehadiran Pakde di Nasdem. Nanti kita usulkan jadi menteri,” katanya di sela penyerahan sapi kurban di kantor PWNU Jatim, Selasa (21/8).

Tak hanya kursi menteri, Gus Choi juga mempersilakan Pakde Karwo memilih jabatan apapun di Nasdem. “Sak njaluke (terserah minta apa) Pakde. Pokoknya posisinya di bawah Pak Surya Paloh persis,” rayu Gus Choi.