Janda Diklaim Meningkat Gara-gara Debu PT SIER, Waduh!

DEMO PT SIER: "Janda Meningkat Gara-gara Debu", salah satu poster pendemo di PT SIER. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
DEMO PT SIER: “Janda Meningkat Gara-gara Debu”, salah satu poster pendemo di PT SIER. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Merasa tujuh bulan dicemari debu industri beberapa pabrik di kawasan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), warga Rungkut Kidul, Surabaya, menggelar aksi demonstrasi, Rabu (17/3/2021).

Dalam aksinya, selain berorasi, warga juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan “Warga Menuntut Ganti Rugi”, “Janda Meningkat Gara-gara Debu”, serta beberapa poster tuntutan lainnya.

“Kami bisa mati bukan karena Corona, tapi karena limbah debu pabrik. Kalian enak-enak di dalam dapat gaji, tapi warga yang terima debunya,” teriak Sari Setiani, salah satu warga dalam orasinya dari atas mobil komando di depan PT Johnson.

Demo yang dilakukan mayoritas ibu-ibu tersebut, digelar maraton sejak pagi di beberapa pabrik di kawasan Rungkut Industri dan berakhir di PT Sinar Mas.

Menurut Sari, aksi turun jalan ini merupakan puncak kekesalan warga karena hingga saat ini belum ada progres dari pihak PT SIER, selaku pengelola kawasan.

Padahal, DPRD Surabaya sudah beberapa kali memanggil pihak terkait, dan menggelar hearing alias rapat dengar pendapat bersama warga.

Bahkan, Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono waktu itu, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP untuk mengusut tuntas polusi udara berupa debu industri di kawasan PT SIER.

“Pencemaran itu tidak boleh terjadi lagi. Pabrik harus mengevaluasi standar produksi yang dijalankan. Fakta kasat mata, warga Rungkut Kidul diguyur abu dari limbah pabrik,” katanya.

Politikus PDIP itu juga telah meminta Komisi A (bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Surabaya untuk menangani pengaduan warga yang mengeluhkan adanya limbah debu tersebut.

Di sisi lain, anggota Komisi A DPRD Surabayan, Arif Fathoni mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar hearing terkait pencemaran debu di PT SIER.

Menurutnya, PT Smart dan PT SIER telah mengungkapkan fakta-fakta terkait limbah debu yang berdampak kepada warga Rungkut Kidul.

“Yang paling penting didahulukan pemulihan-pemulihan setelah ada polusi udara itu,” ucap politikus Partai Golkar tersebut, waktu itu.

Namun hingga saat ini, polusi debu industri yang mencemari rumah-rumah warga di Rungkut Kidul belum juga tertangani, bahkan sudah memasuki bulan ketujuh.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya