Minggu, 25 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Jamaah Haji Jatim Capai 38 Ribu Per Tahun, Emil Dardak Gagas Komunitas Pengusaha IPHI

Berita Terkait

RAKERWIL IPHI: Emil Dardak, buka Rakerwil IPHI ke-2 di Kantor Wali Kota Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
RAKERWIL IPHI: Emil Dardak, buka Rakerwil IPHI ke-2 di Kantor Wali Kota Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Emil Elerstianto Dardak menuturkan IPHI bukan sekadar perkumpulan haji dan hajjah tapi juga menghimpun potensi yang dapat berkontribusi pada kemaslahatan umat, termasuk dalam memajukan perekonomian daerah.

Nah, salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan, menurut Emil Dardak yang juga wakil gubernur Jatim itu yakni dengan membentuk komunitas pengusaha IPHI.

“Saya pikir IPHI ini bisa membentuk komunitas pengusaha IPHI,” katanya saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IPHI ke-2 Tahun 2022 di Kantor Wali Kota Probolinggo, Sabtu (26/2/2022).

“Nantinya, semua pengurus dari cabang sampai ranting bisa dimaksimalkan agar IPHI bisa menjadi wadah. Jadi kalau ada pengusaha dari kita atau non IPHI yang ingin memarketkan produk, bisa langsung diurus,” tandasnya.

Menurut Emil Dardak, komunitas tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap nilai perekonomian. Terlebih dengan banyaknya jumlah jamaah haji dari Jatim yang mencapai 38 ribu setiap tahun, maka potensi ekonomi semakin meningkat.

“Angka jamaah haji kita itu tinggi, lebih dari 30 ribu setiap tahun jika bisa berangkat tanpa terhalang pandemi Covid-19. Bayangkan berapa banyak pengusaha yang ada di antaranya? Ini adalah potensi yang kalau dihimpun IPHI bisa membawa kemaslahatan bagi umat,” terangnya.

Nantinya dalam komunitas pengusaha IPHI tersebut, jelas Emil, IPHI akan memanajemen apa-apa yang berkaitan dengan bisnis usaha. Termasuk di dalamnya kegiatan usaha, amal usaha, pemberdayaan UMKM, maupun channeling antara satu unit usaha dengan yang lain.

“Selain itu, ada beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan IPHI dan dapat didiskusikan selama Rakerwil. Yakni terkait Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah atau Lazis IPHI, sinergitas dengan Badan Wakaf, ataupun sosialisasi terkait infaq serta sedekah,” tuturnya.

“Ini kalau dilakukan dengan maksimal, efeknya terhadap ekonomi dan kemiskinan bisa sangat substansial,” lanjutnya.

Mantan bupati Trenggalek itu juga berharap, langkah-langkah dan rencana yang diwacanakan IPHI bisa menjadi investasi akhirat pengurus IPHI. Kemabruran bisa tetap terjaga meskipun telah lama menunaikan haji.

“IPHI, seperti lirik di marsnya, menghimpun haji Indonesia. Kita punya potensi yang kalau dihimpun kita bisa menjaga kemabruran. Dulu ada anggapan kalau mabrur itu selesai lempar jumroh, padahal yang namanya mabrur itu harus dijaga sepanjang hayat,” ucapnya.

Rakerwil IPHI dihadiri 75 peserta yang berasal dari Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, dan Situbondo.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati, serta Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo Wahid Fauzi Siraj.

» Baca berita terkait Emil Dardak. Baca juga tulisan terukur lainnya Epe Jayanegara.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -