Jabar Pakai Mobil Listrik, Jatim Masih Timbang-timbang!

MOBIL LISTRIK: Wagub Jatim Emil Dardak usai mencoba mengendarai mobil listrik, Senin (25/1/2021). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MOBIL LISTRIK: Wagub Jatim Emil Dardak usai mencoba mengendarai mobil listrik, Senin (25/1/2021). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tahun ini, secara bertahap Pemprov Jabar akan mengalihkan seluruh kendaraan dinas ke mobil listrik. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum mengawali dengan memilih mobil listrik jenis IONIQ Electric dan KONA Electric besutan Hyundai.

Sabtu (23/1/2021) lalu, Ridwan bahkan mengklaim Jabar menjadi provinsi pertama yang menggunakan mobil listrik untuk kendaraan dinas. “Kami jadi provinsi pertama, pemerintah daerah pertama yang secara resmi mengalihkan kebijakan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Lantas kapan Jatim? Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menuturkan, pihaknya masih akan mempertimbangkan terlebih dahulu terkait usulan agar mobil listrik menjadi kendaraan dinas di lingkungan Pemprov Jatim. Khususnya terkait medan dan tuntutan kerja yang belum memadai.

“Saya rasa Ibu Gubernur akan membuka ruang untuk ini, karena sebelumnya sudah ada motor listrik dari ITS. Salah satunya sudah dicoba Ibu Gubernur dan akan diperkenalkan kepada instansi-instansi kita,” jelasnya.

Hal itu dikatakan Emil usai menjajal mobil listrik dari Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 menuju Kantor PLN ULP Embong Wungu, Jalan Dr Soetomo, Surabaya, Senin (25/1/2021).

Sedangkan terkait perkembangan mobil listrik, Emil menyatakan Pemprov Jatim akan memberikan insentif bagi mobil listrik. Insentif yang diberikan yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang lebih rendah dan harga bahan bakar listrik yang lebih murah dibandingkan mobil konvensional.

“Penggunaan mobil listrik selain biaya yang kompetitif, juga biaya operasional lebih murah. Diharapkan ke depan, Jatim bisa jadi lumbung energi dan memiliki daya saing tinggi, serta bisa menciptakan lingkungan yang bersih,” ujarnya.

Suami Arumi Bachsin itu menambahkan, jika industri mobil listrik berjalan maka akan menjadi peluang bagi pemberdayaan talenta di Jatim, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Otomotif bisa dilatih untuk menjadi mekanik khusus mobil listrik.

“Apabila industri mobil listrik berjalan, kita bisa bayangkan bagaimana anak SMK Jurusan Otomotif bisa dilatih untuk menjadi mekanik khusus mobil listrik. Tentunya hal ini menjadi peluang baru dalam memberdayakan talent Jatim,” ujarnya.

Dengan diberikan pelatihan bagi talenta-talenta Jatim, sambungnya, maka akan tercipta mekanik yang andal khusus mobil listrik. Pemprov Jatim menyambut positif apabila dilibatkannya talenta Jatim di dalamnya.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim