Ipin Tak Kuat Tekanan Politik? Soekarwo: Dilantik Saja Belum!

Soekarwo tepis ada tekanan politik di balik ‘kaburnya’ Ipin dari tugas | Foto: Ist Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo hanya tertawa kecil saat ditanya soal anggapan Wabup Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang ‘kabur’ dari tugasnya selama 10 hari lantaran tekanan politik terkait pemilihan Wabup baru.

Sopo, gak ono. Wong dilantik ae durung kok ngomong Wabup (Tidak ada tekanan politik, Ipin dilantik sebagai bupati saja belum kok bicara Wabup baru),” kata Soekarwo di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (22/1).

“Wabupnya sudah diatur, bahwa yang mengusung adalah partai pengusung, kan sudah ada aturanya. Belum ada proses seperti itu,” sambung gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Bagaimana dengan Parpol pendukung Ipin yang menyebut ada tekanan politik, sehingga Wagub termuda (dilantik di usia 25 tahun) itu ‘kabur’ ke luar negeri?

“Hehe.. yang penting alasan UU-nya. Itu (meninggalkan tugas tanpa izin) melanggar peraturan perundang-undangan, gitu aja. Jangan jadi excuse (alasan) itu lho,” tandas Pakde Karwo.

Bukan Menghilang, Menepi

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi menyebut ada tekanan politik terkait ‘kaburnya’ Ipin ke luar negeri. “Jadi Mas Ipin itu bukan menghilang. Lebih tepatnya menepi, mencari inspirasi,” katanya.

Mengapa Ipin menepi? Menurut Doding, kemungkinan besar karena ada tekanan politik terkait sosok Wabup baru setelah Ipin dilantik sebagai bupati menggantikan Emil Elestianto Dardak yang bakal menjadi Wagub Jatim.

“Di Trenggalek memang lagi ramai isu tekanan politik itu. Ada pihak yang memaksa Mas Ipin menyetujui sosok Wabup dan Sekda baru,” katanya.

“Padahal, mungkin Mas Ipin kurang sreg dengan sosok-sosok itu. Kan ke depan ini Mas Ipin perlu sosok yang bisa diajak berlari membangun Trenggalek, jadi bukan hasil titipan atau tekanan,” sambungnya. •

» Baca Berita Terkait Trenggalek, Soekarwo