Ini Dia Program Pendidikan Andalan Khofifah-Emil: “Tis-Tas”

BERSAMA PEMUDA PPP: Cawagub Emil Dardak usai berbagi pengalaman dan gagasan dengan pengurus dan pemuda PPP Bojonegoro, Jumat (3/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BERSAMA PEMUDA PPP: Cawagub Emil Dardak usai berbagi pengalaman dan gagasan dengan pengurus dan pemuda PPP Bojonegoro, Jumat (3/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

BOJONEGORO, Barometerjatim.com – Program yang digagas Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak memang selangkah lebih maju. Jika pasangan calon (paslon) lainnya menjanjikan pendidikan gratis, paslon nomor urut satu ini menyiapkan pendidikan tak sekadar gratis tapi berkualitas alias “Tis-Tas”.

”Jadi kita tidak hanya bicara bagaimana pendidikan menjadi terjangkau dengan sekolah gratis, tapi ada tuntutan lain yang jauh lebih besar yakni kualitas pendidikan,” terang Emil saat berbagi pengalaman dan gagasan dengan pengurus dan anak-anak muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bojonegoro, Jumat (2/3).

Dalam ”Tis-Tas”, lanjut Emil, pihaknya — terutama dalam domain pemerintah provinsi (Pemprov) — akan memastikan tercapainya target delapan standarisasi pendidikan secara lebih berkualitas pula. Mulai standarisasi kompetensi guru, manajemen pendidikan hingga sarana dan prasarana sekolah.

• Baca: Ketum PPP: Jatim Terlalu Besar Dipimpin Gubernur Cengengesan

”Untuk sekolah kejuruan swasta misalnya, di Jatim ada sekitar 40 ribu tenaga pendidikan, kita lihat apakah sudah dilakukan uji kompetensi apa belum. Lalu ada sekitar 1.700 SMK swasta, apakah sudah terakreditasi apa belum,” ujarnya.

Jikapun telah memiliki kompetensi dan akreditasi, papar Emil, maka pihaknya perlu memastikan apakah output pendidikan kejuruan yang ada misalnya benar-benar memenuhi standar kualitas yang selaras dengan dinamika dunia kerja mutakhir.

Hal ini penting, karena tren perubahan yang mengitari dunia pendidikan harus benar-benar dipahami dengan tepat agar tidak gagap dan tertinggal.

”Kita akan pastikan juga agar empat dimensi yang ingin dicapai oleh lembaga pendidikan bagi anak didiknya tercapai. Yakni penguasaan pengetahuan, sikap, karakter dan keterampilan. Yang terakhir ini biasa disebut dengan soft skill,” tandas tokoh milenial tersebut.