Ingatkan Pilgub 2018, AHY Harap Khofifah Bantu Machfud!

PILWALI SURABAYA: AHY (dua kanan) harap Khofifah-Emil kampanyekan Machfud-Mujiaman. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: AHY (dua kanan) harap Khofifah-Emil kampanyekan Machfud-Mujiaman. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginginkan bisa terbangun sinergi yang baik antara kepemimpinan di Provinsi Jatim dan Kota Surabaya.

Karena itu, setelah Demokrat — bersama Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, dan PAN — sukses memenangkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2018, kini berusaha mengantarkan Machfud Arifin-Mujiaman memenangi Pilwali Surabaya 2020.

“Partai Demokrat pada Pilkada 2018, alhamdulillah berhasil mengusung pasangan yang sekarang mendapatkan amanat rakyat, yaitu Bu Khofifah dan Mas Emil Dadak,” kata AHY saat konsolidasi dengan Machfud-Mujiaman di Hotel Oakwood, Surabaya, Kamis (26/11/2020).

AHY pun berharap agar Khofifah-Emil yang dimenangkan Demokrat di Pilgub Jatim 2018, turut mengkampanyekan Machfud-Mujiaman. Terlebih saat ini adalah hari-hari krusial, mengingat coblosan tinggal 13 hari lagi, 9 Desember mendatang.

“Tentu ada harapan dari kami, bahwa akan sangat ideal kalau gubernur Jatim yang Partai Demokrat usung sukses, dan di Kota Surabaya juga sama, yang Partai Demokrat usung dan sukses,” kata AHY.

“Itu pasti akan jauh lebih baik lagi, kalau ada kombinasi dan juga kemudian sinergi, kolaborasi yang baik dan efektif antara pemimpin di tingkat provinsi dan di tingkat kota. Apalagi pemerintahannya di kota yang sama,” sambungnya.

Sehingga, tandas AHY, tentu pihaknya punya harapan kalau di masa-masa yang menentukan ini, selain blessing juga ada komunikasi yang dilakukan. Meski demikian, AHY memahami posisi Khofifah dan Emil sebagai pejabat publik.

“Tapi tentu kami tahu etika politik, tentu juga memahami posisi formal beliau berdua sebagai pemimpin publik, gubernur dan wakil gubernur. Ada aturan mainnya, apalagi misalnya kalau tidak sedang cuti,” katanya.

“Tapi tentu ada lah harapan, kerja-kerja politik yang bisa dilakukan. Mengapa? Karena tujuannya sama, untuk bisa menghadirkan pemimpin untuk kota Surabaya yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Terlebih jatung dari Jatim ada di Surabaya. Logikanya, kata AHY, kalau Surabaya mempunyai pemimpin yang baik, hebat, serta bisa memajukan dan menyejahterakan secara berkeadilan di Surabaya, maka langsung berkontribusi untuk Jatim.

Kalau Surabaya tidak baik, maka Jatim pun potretnya tidak baik, karena orang tahunya apa yang terjadi di Jatim bisa dicek dulu di Surabaya. “Jadi, tentu harapan saya akan terjadi komunikasi yang baik, dan saya yakin ini juga ikhtiar kita,” ucapnya.

AHY juga sudah membicarakannya dengan Emil yang juga Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bahkan mendatangi Khofifah, meski memastikan kalau kehadirannya di Grahadi tidak membahas politik atau Pilkada.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya